Pramono Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen di 2030

Kamis 20-08-2026,15:33 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : M. Ichsan

“Pemprov DKI juga mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik,” ungkap Pramono.

Saat ini, Jakarta memiliki 500 bus listrik. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 10.047 bus listrik pada 2030 atau seluruh armada TransJakarta terelektrifikasi.

Selain elektrifikasi bus, Pemprov DKI terus memperluas jaringan transportasi publik. LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.

BACA JUGA:Dukung Transisi Energi Hijau RI dengan PLTS Atap, Kurangi Emisi Karbon

MRT Fase 2A ditargetkan mencapai Monas pada 2027 dan dilanjutkan hingga Kota pada 2029. Perluasan jaringan transportasi publik tersebut juga diikuti pengembangan kawasan berbasis TOD, antara lain Blok M Hub dan Dukuh Atas.

Transformasi transportasi Jakarta turut didukung pemanfaatan teknologi dan data. Penerapan Intelligent Transportation Systems (ITS) membantu pengelolaan lalu lintas secara lebih cerdas dan tepat sasaran.

“Intervensi ITS telah berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 8,7 juta ton CO?e,” kata Gubernur Pramono.

Jakarta juga memperkuat smart mobility melalui integrasi pembayaran digital dan jaringan pengumpan Mikrotrans untuk meningkatkan konektivitas first-mile dan last-mile.

Gubernur Pramono menegaskan, dekarbonisasi sektor transportasi bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi pertumbuhan kota.

Upaya tersebut butuh kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Melalui IITS 2026, Jakarta hadir sebagai living laboratory yang terus belajar dari kebijakan, inovasi, dan tantangan yang kami hadapi. Kami siap berbagi pengalaman dan membangun kemitraan bersama kota-kota lain,” pungkasnya.

Kategori :