DEPOK, DISWAY.ID — Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) mencetak sejarah dengan meluluskan 34 doktor untuk pertama kalinya sejak kampus tersebut berdiri. Para doktor itu menjadi bagian dari 204 lulusan program magister dan doktor yang diwisuda dari empat fakultas di UIII, Depok.
Wisuda angkatan 2026 tersebut juga menegaskan karakter internasional UIII. Dari total 204 lulusan, sebanyak 105 merupakan mahasiswa Indonesia, sedangkan 99 lainnya berasal dari 22 negara.
Ke-204 lulusan tersebut berasal dari Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Pendidikan.
Kehadiran lulusan doktoral perdana dinilai menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan UIII sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengusung perspektif internasional.
BACA JUGA: Tingkatkan Literasi Internasional, UIII Terima Hibah Ratusan Koleksi Buku dari Kedutaan Jepang
Rektor UIII Prof. Jamhari Makruf, PhD, mengatakan wisuda tersebut tidak semata-mata menandai berakhirnya masa studi para mahasiswa. Menurut dia, lulusan UIII diharapkan mampu melanjutkan tradisi keilmuan melalui riset, pemikiran, dan kontribusi di tengah masyarakat.
“Ini bukan sekadar wisuda. Ini adalah awal dari sejarah intelektual yang semakin kuat di UIII,” ujar Prof. Jamhari dalam pidato sambutannya.
Ia menegaskan, kehadiran 34 doktor perdana merupakan bagian dari upaya UIII membangun kapasitas akademik dan riset yang dapat berkontribusi lebih luas. Para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi mampu menghasilkan gagasan yang relevan dengan persoalan dunia.
“Kami tidak hanya mencetak lulusan. Kami melahirkan para pemikir, peneliti, dan pemimpin masa depan yang diharapkan membawa gagasan baru bagi dunia,” katanya.
BACA JUGA: Universitas Esa Unggul Gandeng UI Perkuat Pendidikan Kedokteran Melalui Program Pengampuan
Selain mencatat sejarah melalui kelulusan doktor perdana, wisuda UIII tahun ini memperlihatkan kuatnya keberagaman mahasiswa. Sebanyak 99 lulusan merupakan mahasiswa internasional yang berasal dari 22 negara.
Keragaman tersebut membuat lingkungan akademik UIII tidak hanya menjadi tempat pertukaran pengetahuan, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai latar budaya dan pengalaman sosial.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UIII, Assoc. Prof. Dr. Phil. Syafiq Hasyim, mengatakan internasionalisasi kampus tidak semestinya hanya diukur berdasarkan jumlah mahasiswa asing yang belajar di dalamnya.
Menurut dia, keberagaman mahasiswa memberikan kesempatan bagi sivitas akademika untuk memahami berbagai persoalan melalui perspektif yang berbeda.
“Ini bukan hanya soal duduk satu kelas dengan orang dari negara lain. Ini soal belajar melihat dunia dari kacamata yang berbeda,” ujar Syafiq.