Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburkan Lava dan Dentuman Keras

Sabtu 05-09-2026,11:24 WIB
Reporter : Syifa Lulu
Editor : Syifa Lulu

JAKARTA, DISWAY.ID - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda erupsi berulang sejak Jumat, 4 Sepember 2026 malam hingga Sabtu, 5 Desember 2026 dini hari.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau bahkan terlihat sangat jelas, lava pijar menyala terekam dalam video yang beredar di media sosial.

Lava pijar berwarna merah menyala dari Gunung Anak Krakatau juga disertai dengan dentuman suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pantau Pasauran, Kabupaten Serang.

BACA JUGA:Gunung Sinabung Erupsi Hari Ini Semburkan Abu Vulkanik hingga 3.500 Meter, Warga Diminta Waspada

Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 15.000 meter di atas permukaan laut.

Oleh karena itu, masyarakat, pengunjung wisatawan, atau pendaki diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau radius 3 kilometer.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari situs resmi Magma Kementerian ESDM, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung saat laporan dibuat diinterpretasikan sebagai lava fountain atau fenomena lava yang menyembur seperti air mancur.

Di sisi lain, berdasarkan pemantauan kondisi terkini, Gunung Anak Krakatau terpantau dalam keadaan cerah berawan hingga mendung.

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas sedang hingga tebal tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 26.6-26.9°C. Kelembaban 84%. Letusan teramati dengan tinggi 300 meter dari puncak, kolom abu letusan berwarna hitam," tulis keterangan resminya.

BACA JUGA:Viral di Medsos, BMKGPastikan Video Erupsi Gunung Anak Krakatau Hoaks

Sebelumnya, dilaporkan erupsi terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 04.28 WIB. 

Aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 70 mm dan berlangsung selama 31 detik.

Selang beberapa waktu, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.46 WIB. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau setara dengan kurang lebih 457 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu tampak berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. 

Erupsi kedua tersebut juga terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi selama 27 detik.

Kategori :