Pakaian maupun sepatu yang sudah terkena abu juga sebaiknya ditinggalkan di luar ruangan agar material tersebut tidak ikut menyebar ke dalam rumah.
4. Hindari Peralatan yang Mengambil Udara dari Luar
Selama abu vulkanik masih berada di udara, masyarakat perlu memperhatikan penggunaan berbagai peralatan di dalam bangunan.
Jangan menggunakan peralatan seperti AC yang menyedot udara dari luar, karena udara yang masuk dapat membawa partikel abu vulkanik ke dalam ruangan.
Apabila abu sudah telanjur masuk ke dalam rumah, proses pembersihan sebaiknya dilakukan secara perlahan.
Salah satu cara yang dapat digunakan adalah membersihkannya dengan kain lembap agar abu tidak mudah kembali beterbangan.
BACA JUGA:Gunung Sinabung Erupsi Hari Ini Semburkan Abu Vulkanik hingga 3.500 Meter, Warga Diminta Waspada
5. Jangan Gunakan Vacuum Cleaner!
Membersihkan abu vulkanik menggunakan penyedot debu atau vacuum cleaner justru tidak dianjurkan.
Alat tersebut berpotensi membuat abu halus kembali tersembur dan menyebar ke udara di dalam ruangan.
Karena itu, pembersihan secara perlahan menggunakan kain lembap dapat menjadi pilihan untuk mengurangi kemungkinan abu kembali beterbangan.
Bagaimana Jika Harus Berada di Dalam Ruangan dalam Waktu Lama?
Dalam situasi tertentu, masyarakat mungkin harus bertahan di dalam bangunan untuk waktu yang cukup lama.
Kondisi ruangan perlu tetap diperhatikan, terutama suhu di dalam rumah.
Pastikan suhu tidak menjadi terlalu panas. Apabila kondisi ruangan semakin panas dan tidak memungkinkan untuk bertahan dengan aman, pertimbangkan untuk mengungsi.
Selain itu, hindari penggunaan peralatan yang menghasilkan asap.
Masyarakat sebaiknya tidak menggunakan kompor masak, pemanas ruangan, atau peralatan lain yang menghasilkan asap selama berada di dalam ruangan.
Merokok atau menggunakan produk tembakau lainnya juga sebaiknya dihindari.
BACA JUGA:Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Vulkanis Hingga 18.000 Meter di Atas Puncak