JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta warga menerapkan 5M menyusul sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sudah sampai ke ibu kota.
5M yang dimaksud meliputi memakai masker, menutup pintu dan jendela ruangan dan sumber air, membatasi aktivitas di luar ruangan, membersihkan endapan abu dengan membasahinya terlebih dulu, dan mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernafasan dan penglihatan.
BACA JUGA:25 Contoh Soal OMI Geografi MA 2026 Lengkap Kunci Jawaban, Bahan Belajar agar Lolos Seleksi!
"Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M," kata Pramono dalam keterangan melalui video pada Minggu, 6 September 2026.
Saat ini, Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.
Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, dan instansi terkait untuk memantau arah pergerakan angin serta sebaran abu vulkanik.
"Pemerintah Jakarta terus-menerus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, dengan BMKG, dengan instansi terkait. Seperti diketahui, saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level tiga atau siaga. Saat ini abu gunung vulkanik, atau abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta," ujar Pramono.
Menurut Pramono, arah sebaran abu sangat dipengaruhi kondisi angin.
Karena itu, pemerintah akan terus memantau pergerakan abu dan perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau.
Selain menjaga diri dari paparan abu, Pramono juga meminta masyarakat Jakarta tidak panik dan lebih selektif menerima informasi mengenai erupsi Anak Krakatau.
Warga diminta memantau perkembangan melalui kanal resmi pemerintah, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, serta BPBD.
BACA JUGA:Dari Qatar hingga Swedia, NTB Makin Dilirik Dunia di Era Gubernur Iqbal
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Dalam kesempatan yang seperti ini, kami meminta warga Jakarta untuk memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik," tegasnya.