JAKARTA, DISWAY.ID-- Neni, penjual masker di kawasan Andara, Jakarta Selatan, mengaku meski permintaan masker meningkat tidak ada kenaikan harga.
Diketahui, warga berbondong-bondong memborong masker guna mengantisipasi dampak buruk akibat abu vulkanik erupsi gunung anak krakatau yang sampai ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.
BACA JUGA:Dampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Jakarta Terapkan PJJ Mulai 7 September 2026
Adapun harga yang dipatok saat ini masih berada di kisaran normal seperti hari-hari biasa.
"Enggak, enggak ada kenaikan. Nggak ada masalah harga, masih sama," tegasnya saat ditemui dilokasi, Minggu, 6 September 2026.
Ia menjelaskan, untuk variasi harga per kotak atau box isi 50 lembar, pedagang menjualnya mulai dari harga termurah Rp10.000 hingga yang tertinggi Rp25.000, tergantung merek dan spesifikasi masker.
"Paling murah Rp10.000, paling mahal Rp25.000 per box isi 50. Yang Rp25.000 itu merek Sensi sama Fitcare," jelas pedagang tersebut.
BACA JUGA:Detik-Detik Mahasiswa Malaysia Protes Prabowo Imbas Kabut Asap, Filipina Ikut Terdampak
Sementara itu, Ayu, warga asal Pondok Labu yang turut membeli masker, mengaku harga masker masih terpantau stabil.
"Saya beli buat lebih waspada aja dari abu vulkanik. Harganya masih sama, Rp20.000 untuk isi 50 lembar," kata Ayu.
Ia menyampaikan harga masker jenis KF94 yang biasa ia beli untuk keperluan sehari-hari.
"Harganya masih normal, isi 10 harganya Rp10.000, kalau beli dua Rp15.000. Maksudnya masih murah lah, belum ada perbedaan harga," pungkasnya.
BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi, Mendagri Izinkan ASN Terdampak Bisa WFH
Ia berharap pasokan masker di Jakarta dan sekitarnya tetap terjaga serta tidak ada permainan harga oleh oknum pedagang di tengah kondisi kewaspadaan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau ini.