"Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam selalu berusaha menjaga puasa hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi dan An- Nasa'i dari Aisyah).
Niat Puasa Senin:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ."
Niat Puasa Kamis:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ."
2. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa ayyamul bidh ini biasanya dikerjakan setiap tanggal 13, 14 dan 15 di bulan hijriah.
Selain itu, puasa sunnah tersebut juga termasuk amalan yang rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Bahkan, beliau mewasiatkannya kepada para sahabat untuk melaksanakannya.
Niat Puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ يوم الْبِيْضُ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi-ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah yaumul bidh (Hari Putih) karena Allah Ta'ala.