JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengembangkan SatuBeasiswa Indonesia, sebuah platform yang menghimpun informasi berbagai program beasiswa dari pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, hingga lembaga filantropi.
Kehadiran platform ini diharapkan memudahkan mahasiswa dan calon mahasiswa menemukan informasi beasiswa pendidikan tinggi yang selama ini masih tersebar di berbagai lembaga.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan SatuBeasiswa Indonesia dikembangkan untuk mempertemukan pemberi beasiswa dengan masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai peluang pembiayaan pendidikan.
BACA JUGA:Indonesia-Kanada Bersiap Implementasikan ICA-CEPA, Perdagangan Capai USD3,1 Miliar
“Dengan SatuBeasiswa Indonesia ini, kita ingin mengajak seluruh pihak kembali bersama-sama memberikan informasi di situ,” kata Brian dalam Sarasehan Mitra Beasiswa, Rabu,16 September 2026.
Menurut Brian, kebutuhan pembiayaan pendidikan tidak hanya dapat dipenuhi pemerintah.
Dunia usaha, lembaga filantropi, pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga pemerintah negara sahabat memiliki peluang untuk ikut memperluas akses pendidikan tinggi.
Data per 11 September 2026 mencatat terdapat 465 entri program atau pemberi beasiswa dalam SatuBeasiswa Indonesia.
Jumlah tersebut terdiri atas 340 mitra filantropi, 54 pemerintah daerah, 27 pemerintah pusat, 27 perusahaan, dan 17 perguruan tinggi.
BACA JUGA:KMP Virgo Terbalik di Laut Jawa, Brigjen Hastry: Tim DVI Surabaya dan Banjarmasin Buka Posko
Brian menegaskan, SatuBeasiswa Indonesia bukan lembaga yang mengambil alih pengelolaan dana beasiswa.
Platform tersebut berfungsi terutama sebagai pusat informasi sekaligus basis data agar program beasiswa lebih mudah ditemukan dan potensi duplikasi penerima dapat diminimalkan.
“Jadi lebih kepada sifatnya informasi. Silakan memberikan beasiswa, cuma kadang informasinya tidak tersebar,” ujarnya.
Kemdiktisaintek berharap semakin banyak mitra bergabung sehingga peluang mahasiswa memperoleh pembiayaan pendidikan semakin terbuka.
Langkah ini juga dikaitkan dengan target peningkatan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi serta penguatan talenta, termasuk di bidang STEM.