“Saya sudah menugaskan TNI, dan mungkin Polri saya turunkan 1.000 perwira, mayor, letkol, kolonel. Saya akan mengirim mereka ke kabupaten-kabupaten tersebut untuk memberikan edukasi,” ungkapnya.
Prabowo mengatakan pemerintah juga menyiapkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan lahan untuk kegiatan pertanian. Masyarakat diminta melapor agar pemerintah dapat membantu menyediakan lahan dan sarana pendukung.
“Kalau Anda butuh lahan, lapor. Dan kita akan buatkan lahan untuk kalian. Kita siapkan pompa untuk kalian. Kita ingin rakyat kita sejahtera; tidak mungkin kita ingin celakakan rakyat kita,” ujar Prabowo.
Namun, Prabowo membedakan penanganan terhadap masyarakat dengan korporasi. Menurutnya, perusahaan memiliki kewajiban dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam mencegah serta menangani kebakaran.
BACA JUGA:Nikel Diekspor Tanpa RKAB, 4 Tersangka Diduga Mainkan Dokumen hingga Rugikan Negara Rp401 Miliar
“Tetapi korporasi, ah, itu berbeda. Perusahaan-perusahaan kita sudah ada ketentuan, sudah ada kewajiban,” jelasnya.
Dia menyebut perusahaan wajib memiliki sarana dan prasarana pencegahan karhutla, termasuk menara pemantau dan embung sesuai ketentuan yang berlaku.
“Setiap hektar harus ada menara, setiap sekian hektar harus memiliki embung; sudah ada regulasinya dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran dari karyawan Anda,” ujar Prabowo.
Prabowo mengakui masih terdapat perusahaan yang patuh dan ada pula yang belum menjalankan ketentuan tersebut. Karena itu, dia menegaskan perlunya penertiban terhadap perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya.
“Ada perusahaan yang patuh dan ada perusahaan yang tidak patuh. Ini harus kita tertibkan,” pungkasnya.