JAKARTA, DISWAY.ID– Mengawali sesi perdagangan di awal pekan ini dengan prospek yang negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka sesi perdagangan Senin (28/9) dengan terpuruk di zona merah.
Berdasarkan pantauan, IHSG membuka sesi perdagangan dengan melemah sebanyak 58,33 poin atau 0,93 persen ke level 6.183,56.
Di sisi lain, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga terpuruk. Indeks LQ45 melemah sebanyak 4,98 poin atau 0,80 persen ke level 616,13.
BACA JUGA:Update Klasemen Medali Asian Games 2026, Malaysia Capai Target Emas, Indonesia Peringkat ke-14
Sebelumnya, pada penutupan sesi Jumat lalu, IHSG ditutup melemah tajam sebanyak 56,71 poin atau 0,90 persen ke level 6.241,89. Indeks LQ45 juga melemah sebanyak 2,15 poin atau 0,35 persen ke level 621,11.
Dilansir dari data BRI Danareksa Sekuritas, sentimen pasar dipengaruhi oleh tekanan jual meluas di tengah pelemahan rupiah, kenaikan yield US Treasury, serta harga minyak yang bertahan tinggi akibat ketidakpastian geopolitik.
“Sentimen tersebut mendorong investor cenderung defensif, dengan mayoritas saham berkapitalisasi besar turut terkoreksi,” tulis data tersebut, Senin (28/9).
Data PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk memaparkan bahwa kenaikan yield obligasi global akibat kekhawatiran berlanjutnya kenaikan suku bunga The Fed, serta harga minyak yang bertahan di level tinggi, turut mempengaruhi sentimen pasar.
Secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, di bawah MA5, dengan indikator Stochastic death cross pada area deep oversold.
“Kami memperkirakan IHSG akan mengalami pelemahan. Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 6.175 dan resistance pada level 6.316 dengan kecenderungan melemah,” ujar Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada.
BACA JUGA:John Herdman Akui Timnas Indonesia Belum Turunkan Skuad Terbaik Jelang Lawan Malaysia
Rekomendasi Saham Senin
Berikut empat saham potensial yang direkomendasikan para analis untuk dipantau:
BBRI – Buy
Resistance: 3.250–3.350