Judi: Menang yang Kalah

Kamis 01-10-2026,08:19 WIB
Oleh: Ahmad Sihabudin

QS. Al-Ma'idah: 91

Pertanyaan ini terasa seperti mengetuk hati manusia.

Kepada orang yang sudah kalah berkali-kali: tidakkah kamu mau berhenti?

Kepada orang yang uang keluarganya mulai habis: tidakkah kamu mau berhenti?

Kepada orang yang utangnya semakin banyak: tidakkah kamu mau berhenti?

Kepada orang yang sudah tahu bahwa dirinya sedang terjebak: tidakkah kamu mau berhenti?

BACA JUGA:Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

Dan kepada kita semua:

Tidakkah kita mau berhenti percaya bahwa kebahagiaan dapat dibeli melalui jalan pintas?

Judi online boleh berganti nama, berganti aplikasi, berganti teknologi, bahkan berganti cara memancing pemain.

Tetapi manusia tetap harus memilih.

Memilih antara ilusi kemenangan dan kenyataan kehidupan.

Sebab judi tidak pernah benar-benar menjanjikan kemenangan.

Ia hanya menjanjikan kesempatan untuk terus mencoba.

BACA JUGA:Navigating Crisis Through Brand Awareness: Reputasi, Aset Tak Berwujud Penjaga Eksistensi Bisnis

Dan semakin lama seseorang mencoba, semakin besar sesuatu yang mungkin hilang: uang, waktu, keluarga, pekerjaan, ketenangan, bahkan iman.

Kategori :