JAKARTA, DISWAY.ID - PT Indodax Nasional Indonesia (INDODAX) meraih penghargaan Disway Awards 2026 - Trusted & Popular Brand 2026 untuk kategori Crypto Exchange.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan riset dan survei publik yang diselenggarakan Disway National Network bersama Infovesta Utama.
Pencapaian ini menjadi bentuk apresiasi terhadap tingkat kepercayaan dan popularitas INDODAX di tengah masyarakat.
BACA JUGA:IHSG Kembali Melandai ke Zona Merah, Terperosok 0,51 Persen ke Level 6.090
Saat ini, INDODAX telah melayani lebih dari 10 juta member, seiring dengan jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia yang telah mencapai 22,93 juta per Juli 2026.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan apresiasi tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan untuk terus menjaga reputasi dan integritas melalui peningkatan kualitas layanan, keamanan, inovasi, serta edukasi kepada masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi hal yang berarti bagi kami karena datang dari penilaian publik. Kepercayaan bukan hanya tentang seberapa luas sebuah brand dikenal, tetapi juga bagaimana kami terus menjaga kualitas layanan, keamanan, serta menghadirkan edukasi yang relevan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pada pembukaannya, Founder Disway, Dahlan Iskan, menekankan pentingnya menjaga integritas ajang ini.
Menurutnya, sebuah penghargaan harus murni merupakan apresiasi atas capaian yang kredibel dan tidak boleh diperjualbelikan.
BACA JUGA:SETC Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Buka Pasar Global bagi UMKM
“Kami tidak ingin ajang ini jadi sekadar seremoni biasa. Tapi juga harus berfokus pada hasil riset objektif dan aspirasi publik,” jelasnya.
Disway Awards 2026 merupakan ajang penghargaan bagi berbagai merek di Indonesia yang dinilai memiliki tingkat kepercayaan dan popularitas kuat di Indonesia melalui riset publik dengan berkolaborasi dengan Infovesta Utama.
Proses riset melibatkan 20.000 responden berusia 17–60 tahun yang tersebar di 20 kota besar di Indonesia dengan metode multistage area random sampling.
Salah satu parameter yang digunakan adalah top of mind (awareness), yakni mengukur merek yang pertama kali muncul dalam benak responden ketika kategori produk atau sektor tertentu disebutkan.
Berdasarkan metodologi yang dipublikasikan, merek-merek penerima penghargaan memperoleh tingkat keterpilihan publik di atas 70% pada masing-masing kategori.