Resmi Dilantik Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan Segera Tinggalkan DPR

Jumat 02-10-2026,07:36 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik M. Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian (Menperin) menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Setelah dilantik, Sarmuji memastikan akan segera mengundurkan diri dari keanggotaan DPR RI.

Sarmuji sebelumnya menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar DPR RI sekaligus anggota Komisi VI DPR.

BACA JUGA:Listyo Sigit Buka Suara Usai Digantikan Suyudi Jadi Kapolri: Saya Masih Aktif, Pensiun 2027

Namun, ia menegaskan tidak dapat merangkap jabatan sebagai anggota legislatif dan pejabat eksekutif.

"Ya pasti, nggak bisa rangkap kan. Kan nggak bisa rangkap antara eksekutif dan legislatif," kata Sarmuji kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.

Sarmuji mengatakan secara prinsip dirinya sudah tidak lagi menjadi anggota DPR setelah dilantik sebagai Menperin. Namun, jika diperlukan proses pengunduran diri secara formal, ia memastikan akan segera mengurusnya.

"Ya, sebenarnya otomatis kita sudah bukan anggota DPR, tapi kalau seandainya diperlukan untuk secara resmi formal harus ada pengunduran diri, ya secepatnya pasti kita lakukan," ujarnya.

Setelah meninggalkan kursi DPR, Sarmuji mengaku mendapat tanggung jawab besar sebagai Menperin.

BACA JUGA:Sarmuji Sebut Tugas Jadi Menperin Cukup Berat: Industri Harus Jadi Pengungkit Ekonomi

Ia menyebut tugas tersebut cukup berat mengingat sektor perindustrian memiliki peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

"Ya, ini beban yang cukup berat ya, tanggung jawab yang cukup besar. Karena perindustrian itu adalah kementerian yang menjadi leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja. Dan itu kita pasti akan concern pada dua hal itu," ungkapnya.

Sarmuji mengatakan salah satu fokusnya adalah mendorong pertumbuhan industri, terutama sektor yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja.

Ia mencontohkan industri tekstil dan alas kaki sebagai sektor yang perlu mendapat perhatian.

"Barangkali yang kita perlu concern adalah tumbuhnya industri, terutama industri yang menyerap lapangan kerja, misalkan industri tekstil, industri alas kaki, dan lain sebagainya, itu harus kita concern betul," ujarnya.

Kategori :