“Ini perjalanan dan hubungan yang sangat panjang antara Indonesia dengan Palestina,” kata Gus Kikin, Sabtu (3/10/2026).
Komitmen tersebut sejalan dengan perhatian yang disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar ketika menerima sejumlah tokoh Palestina di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Ahad (27/9/2026). Dalam pertemuan itu hadir antara lain Penasihat Presiden Palestina Bidang Keagamaan Mahmoud S.A. Al-Habash, Imam Besar Masjid Al-Aqsa Sheikh Mohammad A.M. Hussein, serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Satar.
“Selamat datang di rumah Anda sendiri dan di tengah saudara-saudara Anda,” kata Kiai Miftach saat menerima rombongan tersebut.
BACA JUGA:Gus Baha Jadi Wakil Rais Aam PBNU Periode 2026–2031
PBNU juga memberikan sejumlah pilihan kegiatan yang dapat dilaksanakan seluruh tingkatan kepengurusan NU. Kegiatan tersebut mencakup layanan sosial, konsultasi keagamaan, kepedulian lingkungan, hingga halaqah.
Kegiatan pilihan meliputi layanan konsultasi kesehatan gratis, donor darah, konsultasi keluarga dan zakat, sanitasi di pondok pesantren atau madrasah, bersih-bersih masjid, serta halaqah yang melibatkan ulama dan pondok pesantren di wilayah khidmah masing-masing.
Dengan rangkaian tersebut, Hari Santri 2026 diarahkan untuk mempertemukan semangat menjaga warisan para ulama dengan khidmah nyata kepada masyarakat. Tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri” menjadi pijakan untuk merawat tradisi keilmuan dan spiritual pesantren sekaligus memperkuat kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Pedoman Hari Santri Nasional 2026 ditandatangani secara elektronik oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam Prof Mohammad Nuh, Ketua Umum PBNU KH Kikin A Hakim, dan Sekretaris Jenderal H Gudfan Arif.