Dalam pertemuan ini juga dibahas peluang penguatan kapasitas wali asrama dan wali asuh Sekolah Rakyat melalui pelatihan dan pendampingan yang melibatkan unsur Unhan.
Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengasuh dalam membangun karakter, kedisiplinan, kebersihan, dan kebiasaan positif siswa secara berkelanjutan.
“Saya mohon Pak, kalau bisa pendidikan untuk pengasuh (wali asuh). Tetap di sekolah rakyat kayak sekarang, tapi khusus untuk pengasuhnya, tahun depan. Jadi kadetnya iya, pengasuhnya iya,” ungkapnya.
BACA JUGA:2 Link Resmi Cek Desil Kemensos Langsung dari HP, Cuma Login Pakai NIK KTP!
Senada dengan Gus Ipul, Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn.) Anton Nugroho menyampaikan bahwa pendampingan yang dilakukan selama dua pekan juga akan diarahkan untuk membentuk kebiasaan siswa melalui aktivitas yang terstruktur.
Wali asrama dan wali asuh juga akan dilibatkan sehingga pembiasaan yang dibangun selama program dapat diteruskan setelah kadet menyelesaikan masa pengabdian.
“Jadi kita libatkan terus Pak. Jadi kita membentuk habit saja selama dua minggu itu. Harapan kami setelah dua minggu itu mereka sudah terbiasa dan itu berkelanjutan terus. Tinggal mereka sudah berlanjut dengan wali asuhnya,” kata Anton.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pengembangan Pertahanan Negara (LPPN) Unhan RI Mayjen TNI Endro Satoto menyampaikan proses pelepasan kadet pada Jum’at 9 Oktober mendatang akan mendapatkan dukungan transportasi udara berupa delapan pesawat.
“Nanti kita didukung pesawat itu delapan pesawat. Hercules 6 pesawat, Boeing-nya 1, CN-nya 1. Rencananya begitu pak, nanti pembukaan diacarakan jam 9 pagi,” kata Endro.