Dukung Proses Pembelajaran, Kemensos Gaet Unhan Lewat Program Pengabdian

Selasa 06-10-2026,18:51 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung serta mengukuhkan peran program Sekolah Rakyat di Indonesia, Kementerian Sosial (Kemensos) secara resmi telah menggandeng Universitas Pertahanan (Unhan), lewat penandatanganan perjanjian kerjasama yang diselenggarakan pada Selasa (06/10).

Dengan membawa semangat pembelajaran, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf juga menuturkan bahwa melalui penandatanganan kerjasama ini, Unhan pun akan turut membantu dalam rangka penguatan kedisiplinan siswa-siswa melalui pengabdian mahasiswa Unhan di Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:Enea Bastianini Resmi Jadi Brand Ambassador Police, Siap Bawa Karakter Balap ke Gaya Hidup

"Tujuannya adalah kita ingin siswa-siswa sekolah rakyat bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik, dimana pembelajarannya adalah pendidikan berasrama selama 24 jam," tutur Menteri yang akrab disapa Gus Ipul tersebut kepada awak media di Jakarta Pusat, pada Selasa (06/10).

Melalui program yang rencananya akan digelar selama dua minggu tersebut, Gus Ipul juga turut menyampaikan pengabdian ini nantinya juga akan mencakup pembelajaran kedisiplinan terhadap siswa-siswi Sekolah Rakyat.

Hal ini sendiri dilakukan untuk memperkuat kemampuan akademik, serta kedisiplinan para siswa.

BACA JUGA:AAJI Dorong Pemimpin Industri Asuransi Jiwa Siapkan Strategi Hadapi Perkembangan AI

"Untuk supaya bisa mengikuti pembelajaran di sana dengan baik perlu adaptasi, perlu penyesuaian-penyesuaian oleh mahasiswa Unhan, yang dikenal mandiri sebagaimana dilatih dengan disiplin pada saat mengikuti proses pembelajaran," jelas Gus Ipul.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, ucapan apresiasi pun turut diberikan oleh Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho selaku Rektor Universitas Pertahanan.

Dalam penuturannya, dirinya menyampaikan bahwa ini juga merupakan pembelajaran tersendiri bagi para mahasiswa Unhan, untuk bisa membina para siswa Sekolah Rakyat.

"Direncanakan kami akan melibatkan sekitar 1.500 orang untuk pelaksanaannya. Karena ini di seluruh Indonesia ada 142 titik, yang kami sudah sosialisasikan pembelajarannya ke Sekolah Rakyat," tuturnya.

BACA JUGA:Dokter Anak Ungkap Cara Orang Tua Mengenali Potensi Anak di Luar Prestasi Akademis

Di sisi lain, Sekolah Rakyat telah menjadi jawaban bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terkendala biaya.

Dari segi pembelajarannya sendiri, Gus Ipul menambahkan bahwa Sekolah Rakyat ini tidak hanya memberikan kurikulum tertulis saja, namun juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk melakukan praktik pembelajaran langsung melalui fasilitas laboratorium.

Kategori :