JAKARTA, DISWAY.ID– Setelah mengawali Kamis (8/10/2026) dengan menguat di zona hijau, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan dengan merosot tajam ke kisaran 6.000.
IHSG ditutup melemah sebanyak 49,32 poin atau 0,80 persen ke level 6.097,40. Indeks LQ45 juga melemah sebanyak 3,78 poin atau 0,62 persen ke level 601,94.
Berdasarkan data PT Mirae Asset Sekuritas, lesunya bursa global juga berdampak pada pasar ekuitas Indonesia. Koreksi pada saham Grup Barito, seperti CUAN (-6,5 persen), PTRO (-5,0 persen), dan TPIA (-2,0 persen), mengiringi pelemahan yang melanda 9 dari 11 indeks sektoral.
BACA JUGA:UU Perlindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Menaker Ungkap 10 Poin Penting Ini
“Bursa-bursa Asia juga masih tertekan pada pergerakan hingga siang ini,” tulis data tersebut.
Dari sisi domestik, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memaparkan bahwa rupiah dan arus dana asing menjadi dua indikator penting. Penguatan dolar serta tingginya Treasury yield tetap menjadi risiko bagi stabilitas rupiah.
Di sisi lain, komentar sejumlah pejabat Fed yang menyatakan belum terdapat urgensi untuk kembali menaikkan suku bunga membuat probabilitas kenaikan Oktober turun tajam, atau hanya sebesar 19,38 persen.
“Para pelaku pasar masih melihat peluang kenaikan pada Desember lebih besar, dengan peluang sebesar 98,37 persen,” papar Nafan.