JAKARTA, DISWAY.ID– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/10/2026) dengan pelemahan tajam. IHSG turun 106,87 poin atau 1,74 persen ke level 6.039,86.
Indeks LQ45 ikut terperosok 12,08 poin atau 1,99 persen ke level 593,64.
Menurut data BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan dipengaruhi meningkatnya tekanan jual di tengah FOMC Minutes yang masih hawkish. Mayoritas anggota The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
BACA JUGA:Daftar Harga iPhone Oktober 2026, iPhone 16 Pro Max Turun hingga Rp10 Juta
Investor tetap mencermati imbal hasil obligasi AS (UST yield), pergerakan USD/IDR, dan harga minyak di tengah bias hawkish tersebut.
Sementara itu, data PT Reliance Sekuritas Indonesia menyebutkan sentimen pasar memburuk akibat kenaikan harga minyak global serta rilis Survei Konsumen Bank Indonesia.
“Survei Konsumen oleh Bank Indonesia pada bulan September tercatat berada di 118,1 atau turun dibanding dengan Agustus 2026 yang mencapai 118,5,” papar Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada.
Dengan perkembangan tersebut, pergerakan IHSG pada Jumat (9/10/2026) diperkirakan masih cenderung melemah.
“Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support level 5.980 dan resistance level 6.095 dengan kecenderungan melemah,” jelas Priyambada.
Rekomendasi Saham
Berikut empat saham potensial yang direkomendasikan analis untuk dipantau:
BACA JUGA:Belajar dari Busan, Rano Karno Ingin Jakarta Jadi Kota Sinema Asia Tenggara
MEDC - BUY
Resistance: 1.490–1.535
Support: 1.370