JAKARTA, DISWAY.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah dan bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026.
IHSG menguat 62,47 poin atau 1,04 persen ke level 6.093,76 menjelang akhir pekan, diikuti indeks LQ45 yang melonjak 1,35 persen ke posisi 601,67.
Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat berbalik arah pada penutupan sesi I perdagangan Jumat.
BACA JUGA:IHSG Berbalik Menguat di Sesi I, Naik 0,35 Persen ke Level 6.052,21
Pergerakan tersebut membawa IHSG kembali menguat hingga akhir perdagangan, sekaligus menunjukkan kinerja positif pasar saham domestik menjelang akhir pekan.
Di sisi lain, indeks LQ45 yang mengukur kinerja 45 saham unggulan juga mencatat penguatan lebih besar dibandingkan IHSG. Indeks tersebut naik 8,03 poin atau 1,35 persen ke level 601,67.
Sementara itu, sentimen pasar global turut menjadi perhatian investor, terutama perkembangan imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).
BACA JUGA:IHSG Kembali ke Zona Merah di Pembukaan Jumat, LQ45 Justru Menghijau
Harga Minyak Menurun
Sementara itu laporan data Trading Economics, imbal hasil surat utang pemerintah AS kembali turun dari level tertinggi dalam 24 tahun.
Diketahui, penurunan ini terjadi usai lelang obligasi bertenor 30 tahun mencatat permintaan yang kuat.
"Hal ini menunjukkan bahwa investor tetap bersedia membeli surat utang pemerintah berjangka panjang meski terjadi aksi jual baru-baru ini," tulis Trading Economics, pada Jumat 9 Oktober 2026.
BACA JUGA:IHSG Tutup Sesi I Melemah 0,80 Persen ke Level 6.097
Sementara itu dari sisi kebijakan moneter, pasar memperkirakan peluang sekitar 82 persen bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga bulan ini.
Di sisi lain, peluang kenaikan suku bunga pada Desember berada di sekitar 81 persen.