Karena itu, membangun kebiasaan hidup sehat juga dapat dimulai dengan memperhatikan pilihan sehari-hari dan memahami dampaknya bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Gaya Hidup Disorot, Timothy Ivan Triyono Mundur dari Deputi II Bakom
Mengenal B Corp, Standar untuk Bisnis yang Lebih Bertanggung Jawab
Dilansir dari situs resmi B Corporation, B Corp merupakan bagian dari gerakan global yang dikembangkan oleh B Lab untuk mendorong perusahaan menggunakan bisnis sebagai kekuatan bagi manusia dan lingkungan.
Dalam proses sertifikasinya, B Lab menggunakan B Impact Assessment untuk mengevaluasi dampak perusahaan melalui lima area utama, yakni Governance, Workers, Community, Environment, dan Customers.
Kelima area tersebut menilai berbagai aspek dalam operasional perusahaan, mulai dari tata kelola dan perlakuan terhadap pekerja hingga dampak lingkungan serta tanggung jawab kepada konsumen.
Dengan pendekatan ini, tanggung jawab perusahaan tidak hanya dilihat dari kegiatan sosial atau program lingkungan yang dijalankan. Penilaian juga mencakup bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam pengambilan keputusan dan berbagai proses bisnis sehari-hari.
BACA JUGA:Telkomsel dan MAP Luncurkan 'MAPrivilege', Hubungkan Pelanggan dengan Beragam Manfaat Gaya Hidup
Bagi Lemonilo, pendekatan tersebut sejalan dengan perkembangan komitmen perusahaan setelah 10 tahun berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pilihan makanan yang lebih sehat.
“Karena itu, mendapatkan Sertifikasi B Corp bagi kami merupakan bukti nyata bahwa Lemonilo memiliki komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Ini adalah standar yang membantu kami melihat Lemonilo secara lebih menyeluruh dan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan bersama tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” lanjut Shinta.
Lima Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Bisnis Berkelanjutan
Dalam kerangka B Impact Assessment, terdapat lima area utama yang menjadi perhatian. Kelimanya memberikan gambaran mengenai bagaimana perusahaan dapat menjalankan bisnis dengan mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak.
1. Tata kelola perusahaan (Governance)
Tata kelola berkaitan dengan bagaimana perusahaan mengambil keputusan, menjaga transparansi, menerapkan etika, serta mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dalam menjalankan bisnis.
Aspek ini juga melihat bagaimana kepentingan berbagai pemangku kepentingan dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan perusahaan.
BACA JUGA:Gaya Hidup Flexing Timothy Ivan Triono Tuai Polemik, DPR Minta Qodari Turun Tangan
2. Kesejahteraan pekerja (Workers)
Pekerja merupakan bagian penting dalam keberlangsungan sebuah perusahaan. Karena itu, aspek ini mencakup kesejahteraan finansial, kesehatan dan keselamatan kerja, pengembangan karier, serta keterlibatan dan kepuasan karyawan.
Lingkungan kerja yang baik menjadi salah satu unsur yang diperhatikan dalam menilai dampak perusahaan terhadap orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan bisnisnya.