Kemenag dan Al-Azhar Mesir Jajaki Program Double Degree, Kuliah Dua Tahun di Tiap Negara

Selasa 13-10-2026,23:56 WIB
Reporter : M Purwadi
Editor : M Purwadi

JAKARTA, DISWAY.ID – Kementerian Agama (Kemenag) menjajaki program double degree atau gelar ganda dengan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Kairo, Mesir. Salah satu skema yang dibahas memungkinkan mahasiswa jenjang sarjana menempuh pendidikan dua tahun di Indonesia dan dua tahun di Al-Azhar.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno mengatakan, peluang tersebut terbuka melalui kerja sama kedua pihak. Pembicaraan mengenai program gelar ganda bahkan telah dilakukan sebelum penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.

“Ada skema nantinya yang double degree, bahkan beberapa waktu yang lalu jauh sebelum kami melakukan MoU ini, kami sudah pernah berbincang dengan Pak Rektor Al-Azhar,” kata Suyitno di Kantor Kemenag, Jakarta Pusat, Selasa, 13 Oktober 2026.

Selain gelar ganda, Kemenag dan Al-Azhar membuka kemungkinan penyelenggaraan kuliah berbasis daring. Suyitno menjelaskan, pembahasan itu mencakup pilihan pelaksanaan studi sarjana selama empat tahun dengan pembagian masa belajar di kedua negara.

“Kemungkinan juga dimungkinkan dibukanya kuliah berbasis online yang tentu saja ini nanti akan dimungkinkan misalnya kalau misalnya dalam empat tahun itu untuk kepentingan S1, maka dua tahunnya bisa di Indonesia, dua tahunnya bisa di Mesir, Al-Azhar,” ujarnya.

Skema tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut. Kemenag menyebut tim Al-Azhar akan berkunjung ke Indonesia untuk mendalami bentuk kerja sama dan tindak lanjut nota kesepahaman.

Agenda pembahasan tidak terbatas pada mekanisme perkuliahan. Kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat Tridarma perguruan tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Suyitno mengatakan, pengembangan kolaborasi pendidikan ini sekaligus menindaklanjuti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi. Pertemuan tersebut menekankan peningkatan hubungan kedua negara, terutama dalam bidang pendidikan.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Mesir yang telah berlangsung panjang menjadi landasan untuk memperluas kerja sama. Menurut Suyitno, pemerintah Mesir memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk terlibat lebih jauh dalam pendidikan di Al-Azhar.

“Lebih khusus lagi tentu di pendidikan tinggi. Bahkan beliau (Presiden Mesir) secara terbuka memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada Indonesia untuk bisa menjadi bagian penting dari pendidikan Al-Azhar,” ungkapnya.

Kesempatan itu, lanjut Suyitno, menjangkau beragam disiplin ilmu. Kolaborasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kajian Islam, tetapi juga membuka peluang pada bidang sains dan kedokteran.

“Bukan saja bidang Islamic studies tapi juga soal sains, bahkan ilmu berkaitan dengan kedokteran dan berbagai bidang keilmuan yang tentu saja tersedia di Al-Azhar Asy-Syarif,” pungkasnya.

Kategori :