JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya buka suara terkait pemadaman listrik hingga internet massal (blackout) di Batam, Bintan dan Tanjungpinang, Keplauan Riau.
Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan komunikasi dengan lembaga maupun instansi terkait tentang polemik tersebut.
"Kita masih melihat kejadian di Batam ini, jadi kita belum dapat menyampaikan apapun dulu sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," ujar Meutya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Meutya bilang, saat ini Komdigi belum bisa memberikan perkembangan atau update keterangan apapun terkait insiden tersebut.
Namun begitu, lanjut Meutya, pihaknya tak tinggal diam. Komdigi terus mengintensifkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah ke depan.
"Jadi untuk saat ini belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apapun. Sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari KL-KL lainnya, ya," kata Meutya.
Hingga Selasa, 13 Oktober 2026 siang, warga Batam dan wilayah sekitarnya masih melaporkan pemadaman listrik di daerah masing-masing.
Gangguan tersebut juga berdampak pada pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari serta jaringan internet yang turut mengalami kendala.
Sementara itu, penyebab pasti pemadaman listrik secara massal ini masih dalam proses penyelidikan oleh PLN Batam.
Dari informasi terbaru, PLN Batam menduga gangguan terjadi akibat masuknya hewan liar ke kawasan Gardu Induk Sungai Harapan yang berdampak pada instalasi kelistrikan.
"Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah," kata Sekretaris PLN Batam, Rudi Antono, Selasa.
Meski demikian, Rudi menyampaikan bahwa penyelidikan untuk memastikan penyebab utama gangguan tersebut masih terus dilakukan.