STY Respons Desakan Persija Dihukum Imbas Insiden Suporter

Jumat 16-10-2026,13:26 WIB
Reporter : Dimas Rafi
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID-- Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong angkat bicara mengenai desakan agar klub ikut bertanggung jawab atas dua insiden kekerasan yang berkaitan penyerangan bus Persib Bandung U-18.  

Desakan tersebut mencuat di kalangan suporter dan warganet. Sejumlah pihak bahkan meminta agar Macan Kemayoran segera menerima sanksi berupa pengurangan poin, sementara suporter Jakmania diusulkan dilarang mendampingi tim saat menjalani pertandingan tandang.  

Menanggapi itu, STY, sapaan karibnya, mengakui bahwa klub memiliki tanggung jawab dalam menjaga perilaku suporternya. Namun, ia menilai ada batasan terhadap hal-hal yang dapat dikendalikan oleh manajemen klub.  

BACA JUGA:STY Kirim Pesan Keras Usai Bus Persib U-18 Diserang

“Tentu, klub juga memiliki tanggung jawab. Namun, ada hal-hal yang berada di luar kendali klub,” ucap STY.  

Pelatih berdarah Korea Selatan tersebut mempertanyakan sejauh mana klub dapat mengawasi seluruh aktivitas suporter, terutama ketika insiden terjadi di luar stadion atau dalam perjalanan menuju lokasi pertandingan.  

Menurutnya, tidak realistis jika klub dituntut mengawasi setiap individu setiap saat demi mencegah seluruh potensi pelanggaran.  

“Bagaimana mungkin pihak klub bisa terus mengikuti setiap orang ke mana pun mereka pergi untuk mencegah semua kejadian seperti itu? Misalnya, insiden terjadi di rest area. Klub tentu tidak mungkin mengawasi semua orang setiap saat,” tegas dia.  

STY pun menilai pengurangan poin sebagai bentuk hukuman kepada klub perlu dipertimbangkan secara proporsional.  

Lebih lanjut pelatih berusia 55 tahun menyebutkan bahwa tidak semua tindakan individu dapat sepenuhnya dikendalikan oleh pihak klub.  

“Karena itu, menurut saya, tidak masuk akal jika seluruh tanggung jawab dibebankan kepada klub, termasuk sampai pada pengurangan poin,” tekan STY.  

Menurut STY, pertanggungjawaban hukum harus diarahkan kepada individu yang melakukan pelanggaran, bukan secara otomatis dibebankan sepenuhnya kepada klub yang memiliki keterkaitan dengan oknum suporter tersebut.  

BACA JUGA:5 Pelatih Premier League di Ujung Tanduk, Michael Carrick dan De Zerbi Dibayangi Kehilangan Pekerjaan

“Tanggung jawab hukum harus diberikan kepada individu yang melakukan pelanggaran. Kita tidak bisa begitu saja melimpahkan seluruh tanggung jawab tersebut kepada pihak klub,” imbuh dia.  

Sebelumnya, dua insiden yang berkaitan dengan oknum suporter sepak bola menjadi sorotan. Salah satunya adalah dugaan penyerangan terhadap bus yang membawa rombongan Persib Bandung U-18.  

Kategori :