Ia menambahkan, penurunan angka elektabilitas tidak serta-merta membuktikan kegagalan kepemimpinan Prabowo. Hasil riset opini publik, menurutnya, perlu ditempatkan dalam konteks metodologi dan perkembangan politik, serta dikaitkan dengan evaluasi kebijakan yang dijalankan pemerintah.
Asep juga menyoroti dukungan koalisi pemerintahan di parlemen sebagai salah satu modal politik Prabowo. Dukungan legislatif dinilai dapat membantu pelaksanaan agenda strategis dan program prioritas pemerintah.
Namun, ia menekankan bahwa kekuatan koalisi bukan satu-satunya penentu keberhasilan pemerintahan. Kualitas pelaksanaan kebijakan, efektivitas pengawasan, dan manfaat program yang dirasakan masyarakat tetap menjadi faktor penting.
“Dengan fondasi koalisi yang kuat, eksekusi program prioritas yang disiplin, serta figur kepemimpinan yang berkarakter, kepemimpinan Prabowo Subianto berada pada jalur yang tepat (on the right track) untuk menuntaskan agenda pembangunan nasional,” pungkasnya.