JAKARTA, DISWAY.ID - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah memerlukan kesiapan petugas, ketersediaan peralatan pemadaman, serta kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Kolaborasi lintas pihak dinilai penting untuk mempercepat pengendalian api sekaligus mengurangi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan aktivitas warga.
Mendukung upaya tersebut, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP) menyalurkan bantuan berupa 50 unit pompa air, masker pemadam kebakaran, dan tabung oksigen kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Bantuan melalui inisiatif TAP Untuk Negeri ini ditujukan untuk menunjang kesiapan petugas dan relawan dalam menangani karhutla di lapangan.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026 di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), BPBD Kalimantan Tengah, Palangka Raya.
Bantuan tersebut diterima oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Tengah, Rangga Lesmana.
Rangga menyampaikan apresiasi atas dukungan TAP. Ia mengatakan, peralatan yang diterima akan diteruskan kepada relawan dan kabupaten terdampak yang membutuhkan bantuan untuk kegiatan pemadaman.
“Terima kasih banyak atas bantuan dari PT Triputra Agro Persada. Bantuan berupa mesin set untuk pemadaman akan langsung kami salurkan ke relawan dan kabupaten terdampak se-Kalteng yang perlu penanganan. Semoga menjadi berkah untuk kita semua,” ujar Rangga.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib. Menurutnya, dukungan berupa peralatan dan logistik tersebut membantu menunjang pelaksanaan operasi darurat karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas bantuan peralatan dan logistik dari PT Triputra Agro Persada Tbk yang telah memberikan kontribusi sangat berarti dalam operasi penanganan darurat bencana karhutla tahun 2026 di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad Toyib.
Sementara itu, Direktur Utama PT Gawi Bahadep Sawit Mekar, bagian dari PT Triputra Agro Persada Group, Johnny, menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkesinambungan. Upaya tersebut, menurutnya, perlu mencakup pencegahan kebakaran, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan koordinasi dengan pemerintah dan aparat terkait.
“Dalam pencegahan dan pengendalian karhutla, TAP menerapkan tiga pendekatan utama, yaitu preventif, promotif, dan kolaboratif. Secara preventif, kami menerapkan kebijakan tanpa bakar (Zero Burning Policy), memperkuat sistem deteksi dini, serta melakukan patroli gabungan secara rutin di wilayah operasional. Secara promotif, kami terus meningkatkan kesadaran karyawan dan masyarakat melalui sosialisasi pencegahan kebakaran. Sementara secara kolaboratif, kami melibatkan masyarakat melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), serta patroli bersama pemerintah dan aparat TNI-Polri,” ujarnya.
Johnny menambahkan, penyaluran bantuan peralatan pemadaman kepada Pemprov Kalimantan Tengah merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya penanganan karhutla.
“Karhutla merupakan tantangan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat mendukung kesiapan petugas dan relawan di lapangan sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam upaya penanggulangan karhutla. Inilah salah satu wujud kontribusi TAP Untuk Negeri,” tambahnya.