Peserta JRF yang Langgar Batas Waktu Diblacklist? Begini Kata Pramono

Minggu 25-10-2026,12:02 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID - Viral di media sosial (medsos) peserta Jakarta Running Festival (JRF) melebihi batas waktu yang ditentukan hingga memaksa menerobos pagar penutup yang dipasang oleh panitia pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan jika peserta JRF harus mematuhi aturan batas waktu atau cut-off time (COT) yang ditetapkan oleh penyelenggara.

"Jadi karena half marathon itu kan sudah masuk dalam Gold Medal. Karena sudah masuk dalam Gold Medal, aturannya itu juga ketat. Itu bukan aturan yang dibuat oleh panitia, tetapi itu memang aturannya Gold Medal," tegas Pramono di kawasan GBK, Minggu, 25 Oktober 2026.

BACA JUGA:Banyak Turis Australia Nonton Konser Kanye West di Jakarta, Ternyata Ini Alasannya...

Pramono meminta agar seluruh peserta JRF menaati aturan yang telah ditetapkan penyelenggara.

"Kita semua tertib untuk mengikuti apa yang digariskan atau diterapkan oleh panitia," ujarnya.

Pramono mengatakan, pihaknya tidak akan memasukan peserta yang melanggar aturan ke daftar hitam atau blacklist meski menimbulkan kericuhan.

"Enggak, enggak, enggak," pungkasnya.

Adapun pelaksanaan JRF 2026 digelar selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu tanggal 24-25 Oktober 2026.

Tahun ini terdapat empat kategori yakni myBCA Jakarta Half Marathon dan Samsung Galaxy 5K pada Sabtu, 24 Oktober 2026, lalu HYDROPLUS Marathon dan Le Minerale 10K pada Minggu, 25 Oktober 2026.

BACA JUGA:Pramono Pertimbangkan Buka Rute Transjabodetabek Blok M-Bandung

Pada penyelenggaraan hari pertama, banyak pelari yang gagal finish tepat waktu karena sejumlah alasan salah satunya datang terlambat.

Kericuhan di JRF sempat terjadi ketika panitia mulai menutup rute lomba di tiap Cut-Off Point (COP).

Akubatnya para peserta memaksakan diri menerobos melewati pagar pembatas yang dipasang panitia.

Kategori :