Nelayan Kecil Masih Dibayangi Kemiskinan, KNTI Ungkap Program Kampung Nelayan Merah Putih

Selasa 27-10-2026,01:01 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Dani menilai, KNMP memiliki potensi untuk menjawab sebagian kebutuhan nelayan kecil. Meski demikian, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur semata.

Perencanaan yang matang, partisipasi masyarakat, dan perlindungan ekosistem laut juga harus menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.

"Sudah saatnya pemerintah harus fokus pada nelayan dan potensi menggerakkan ekonomi pesisir dengan pembiayaan modal yang konsisten," ungkap Dani di Jakarta, Senin 25 Oktober 2026. 

Selain dukungan permodalan, KNTI menekankan pentingnya perlindungan terhadap keberlanjutan praktik penangkapan ikan dan wilayah tangkap nelayan tradisional.

BACA JUGA:Menteri Trenggono Upacara HUT RI Bareng Nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya

Kebijakan pembangunan pesisir, menurut KNTI, harus memastikan nelayan kecil tidak tersisih oleh kepentingan ekonomi maupun ekspansi korporasi yang memiliki sumber daya lebih besar.

Apabila dijalankan secara tepat, KNMP dinilai dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan. Program tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja baru, menggerakkan aktivitas ekonomi desa, serta memperluas pemerataan pembangunan di kawasan pesisir.

Lebih jauh, KNMP perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya negara memenuhi hak nelayan kecil atas pembangunan yang adil dan lingkungan yang sehat.

Dalam perspektif tersebut, pembangunan kawasan pesisir tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produktivitas ekonomi, tetapi juga perlindungan ruang hidup dan akses masyarakat terhadap sumber daya laut.

"Kami melihat sebenarnya program pemerintah ada upaya nyata dalam melakukan territorial reclamation atau pengambilan kembali ruang secara hukum demi membela hak nelayan kecil," tambah Dani.

BACA JUGA:Wujudkan Kesejahteraan, Prabowo Target Bangun 1.386 Kampung Nelayan dan 30.000 KDKMP hingga Akhir 2026

Pendekatan tersebut, menurut KNTI, semestinya diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan ruang lebih besar bagi nelayan tradisional dalam rantai usaha perikanan.

Keterlibatan mereka perlu diperkuat mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil tangkapan. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi tidak hanya dinikmati oleh pelaku usaha bermodal besar, tetapi juga dapat dirasakan oleh nelayan kecil.

Potensi sumber daya laut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat kemandirian usaha nelayan.

BACA JUGA:Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial hingga Perbaiki Nasib Nelayan di Pulau Seram

Infrastruktur dan Akses Pasar Jadi Perhatian

Pandangan serupa disampaikan Bagus Mangundiwiryo, peneliti dari lembaga riset Indomasive Institute.

Kategori :