Menlu Singapura Vivian Balakrishnan Bertemu Prabowo Sore, Ini Agendanya

Rabu 28-10-2026,11:23 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan akan bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 28 Oktober 2026 sore.

Teddy mengatakan Vivian telah ke Indonesia sejak Selasa, 27 Oktober pagi.

“Oh iya, sejak kemarin pagi mendadak Menlu Singapura datang ke Indonesia dan mohon waktu sekali bertemu Pak Presiden, nanti sore akan diterima sebentar,” kata Teddy.

BACA JUGA:70 Bus Mudik Gratis Nataru ke 10 Kota, Pendaftaran Dibuka 2 Desember 2026

Meski demikian, ia enggan menjelaskan secara detail terkait pertemuan tersebut. Ia meminta hal tersebut ditanyakan kepada Menlu RI Arrmanatha Nasir.

“Tapi tanya Pak Menlu saja pastinya ya,” ujar Seskab Teddy.

Teddy memastikan Kepala Negara tetap memberikan perhatian terhadap upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat komunikasi dengan negara-negara sahabat, khususnya negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

“Di tengah berbagai agenda kenegaraan, Presiden Prabowo tetap memberikan perhatian terhadap upaya menjaga hubungan baik dan memperkuat komunikasi dengan negara-negara sahabat, khususnya negara tetangga di kawasan Asia Tenggara,” imbuhnya.

Sebelumnya, kunjungan Vivian ke Indonesia telah diterima langsung oleh Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir di Gedung Kementerian Luar Negeri, Selasa, 27 Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penguatan kerja sama bilateral, serta persiapan peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Singapura pada 2027.

BACA JUGA:Hari Sumpah Pemuda 2026, BEM UI Gelar Demo 28 Oktober Bawa 5 Tuntutan di Bundaran HI

Salah satu pembahasan utama adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap lintas batas. Arrmanatha menegaskan masyarakat Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan, menjadi pihak pertama yang terdampak asap.

Pemerintah Indonesia telah mengerahkan sekitar 71.000 personel darat dan 51 unit udara untuk menangani kebakaran di sejumlah provinsi prioritas.

Indonesia dan Singapura telah menyetujui pembentukan satuan tugas (satgas) untuk memperkuat upaya bersama menangani karhutla serta dampaknya.

Dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral, Arrmanatha menjelaskan satgas tersebut akan berfokus pada aspek penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti memicu karhutla.

Kategori :