Gibran Hadapi Serangan Politik Bertubi-tubi, Pengamat Singgung Pengaruh Elektabilitas

Senin 02-11-2026,18:34 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Hasil tersebut menempatkannya di posisi keempat.

BACA JUGA:Suket Penyetaraan Ijazah SMA Gibran Tidak Sah, Kemendikdasmen Diminta Musnahkan Dokumen

Angka itu meningkat dibandingkan November 2025 sebesar 5,1 persen, Februari–Maret 2026 sebesar 6,8 persen, dan Juli 2026 sebesar 7,7 persen.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa Gibran tetap memiliki daya tawar politik di tengah berbagai kritik yang diarahkan kepadanya.

Chamad juga menyinggung bagaimana perhatian terhadap seorang tokoh politik tidak selalu berujung pada kerugian elektoral.

BACA JUGA:Denny Indrayana Ungkap Putusan MA Batalkan Suket Gibran

Serangan yang dimaksudkan untuk menurunkan citra seorang figur justru dapat memperluas pengenalan publik terhadap tokoh tersebut.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meningkatnya perhatian publik tidak otomatis menghasilkan dukungan politik.

Karena itu, posisi strategis Gibran tetap harus diimbangi dengan pembuktian kinerja, kapasitas kepemimpinan, dan akuntabilitas sebagai wakil presiden.

Dengan berbagai modal yang dimilikinya, Gibran dinilai akan tetap menjadi bagian penting dalam kalkulasi elite politik nasional.

Sementara itu, serangan dan kritik yang mengiringinya menjadi salah satu tantangan dalam membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.

Kategori :