BEKASI, DISWAY.ID-- Polres Metro Bekasi Kota berikan jawaban perihal hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) maut yang melibatkan truk molen di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi pada Minggu, 1 November 2026.
Wakasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, Rina Bintar menyampaikan bahwa hasil tersebut akan keluar setelah proses Traffic Accident Analysis (TAA) dirampungkan oleh tim penyidik.
BACA JUGA:Sosok Wulyda Agustyn Pegawai Dishub Malang Putuskan Resign Demi Harga Diri
"Kemarin kita sudah melaksanakan TAA, sekarang datanya sedang proses analisis," ucap Rina di Bekasi pada Selasa, 3 November 2026.
Dengan begitu, Rina meminta kepada seluruh masyarakat agar bersabar menanti hasil dari analisis yang tengah berlangsung.
"Nanti apabila sudah selesai dianalisis akan disampaikan kepada kita maupun rekan-rekan semua," kata dia.
Pasalnya, pihak kepolisian sudah melakukan identifikasi terkait pengungkapan penyebab kecelakaan maut yang menewaskan enam menggunakan teknologi drone dan pemindaian tiga dimensi (3D).
Kejadian tersebut mengakibatkan sebanyak 12 korban. Dari jumlah itu, enam korban meninggal dunia dan enam mengalami luka-luka.
Diketahui, kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Berdasarkan keterangan awal sopir dan sejumlah saksi, truk molen melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju Rawa Panjang.
Saat melintasi turunan jembatan di depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), sopir diduga kehilangan kendali karena sistem pengereman kendaraan tidak lagi berfungsi.
BACA JUGA:Hari Pahlawan 2026 Apakah Libur Sekolah dan Kerja? Cek Tanggal Merah SKB 3 Menteri
Sopir sempat berupaya menghentikan laju truk dengan menabrakkan kendaraan ke tembok gerbang Universitas BSI. Namun, upaya tersebut gagal.
Truk bermuatan adonan semen itu terus melaju hingga menghantam 12 orang yang sedang berada di halte.