Nasabah diminta untuk tidak memberikan informasi tersebut kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, BNI terus mengedepankan pelindungan konsumen melalui penyediaan layanan perbankan yang aman serta edukasi mengenai berbagai modus kejahatan digital dan cara bertransaksi secara aman.
Edukasi tersebut diharapkan membantu nasabah mengenali indikasi penipuan dan mengambil langkah yang tepat ketika menerima komunikasi mencurigakan.
Nasabah dapat melakukan verifikasi melalui BNI Call 1500046 atau kanal resmi BNI, yaitu Instagram @BNI46, Facebook BNI, X @BNI dan @BNI_CustomerCare, TikTok @BNI46, serta situs resmi www.bni.co.id.
Okki menambahkan, keamanan transaksi perbankan membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian seluruh pihak. BNI terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital agar nasabah mampu mengenali potensi penipuan dan melindungi informasi perbankannya.
"Ketika menerima informasi yang mencurigakan, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik. Beri waktu untuk melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan apa pun. Dengan kewaspadaan bersama, risiko penyalahgunaan data dan kejahatan perbankan dapat diminimalkan," tambah Okki.
BNI mengingatkan masyarakat untuk selalu memegang prinsip sederhana saat menerima komunikasi mencurigakan yakni, jangan panik, jangan berikan data rahasia, dan selalu verifikasi melalui kanal resmi BNI.