IHSG Tutup Menguat Tipis ke 4.910, Sentimen Tahan oleh Pemilu Midterm AS

Rabu 04-11-2026,17:00 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID– Kendati masih belum bangkit dari kisaran level 4.000, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bergerak menguat dalam mengakhiri sesi perdagangan pada Rabu, 4 November 2026, setelah kian terpuruk sejak pembukaan perdagangan.

IHSG menutup perdagangan dengan menghijau sebanyak 6,65 poin atau 0,14 persen ke posisi 4.910,94. Hal serupa juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang turut menguat di penutupan.

Indeks LQ45 bergerak menghijau sebanyak 3,97 poin atau 0,80 persen ke level 501,24.

BACA JUGA:Saham BRPT hingga AMMN Jadi Pemberat, IHSG Kembali Merah di Sesi I

Sebelumnya dalam menanggapi kondisi tersebut, Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memaparkan bahwa dari sisi global, sentimen pasar secara keseluruhan tertahan oleh peristiwa politik penting.

Dalam hal ini, faktor tersebut adalah pelaksanaan US midterm elections, yang menentukan partai mana yang mengendalikan DPR dan Senat mulai Januari mendatang.

Pasalnya, prediksi kemenangan telak sebesar 75 persen Partai Demokrat di kedua kamar (DPR dan Senat) diproyeksikan akan memberikan sentimen negatif jangka pendek, khususnya bagi saham-saham sektor teknologi/AI, pertahanan, dan perawatan kesehatan.

“Hal ini dipicu oleh ekspektasi bahwa penguasaan Demokrat akan meningkatkan pengawasan regulasi (regulatory scrutiny) dan investigasi terhadap industri-industri besar tersebut,” jelas Nafan kepada media secara daring, pada Rabu, 4 November 2026.

Dalam memulihkan sentimen pasar sendiri, Nafan menilai bahwa pembagian kekuasaan atau kemenangan Partai Republik dipandang pasar sebagai skenario yang lebih ramah bagi korporasi.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Hari ini 4 November 2026 Terpantau Turun Tipis Rp4.000 Per Gram, Cek Rinciannya!

“Oleh sebab itu, para investor cenderung mengambil sikap wait-and-see sembari mencermati dinamika persaingan politik yang dapat memengaruhi arah kebijakan ekonomi dan regulasi di masa mendatang,” jelas Nafan.

Dari segi domestik sendiri, pasar modal Indonesia hingga saat ini masih kian mewanti-wanti efektivitas reformasi pasar modal BEI terhadap peningkatan transparansi kepemilikan saham, perbaikan struktur free float, dan penguatan kredibilitas pasar.

Selain itu, Nafan menambahkan, ketidakpastian mengenai bobot saham Indonesia dalam indeks global berpotensi membuat investor asing mengambil sikap wait and see.

“Hal ini menjadi tantangan bagi pemulihan saham-saham berkapitalisasi besar,” ucap Nafan.

Kategori :