Incar Kuliah Gratis di Eropa? EHEF 2026 Ungkap Ada 1.000 Lebih Beasiswa per Tahun

Sabtu 07-11-2026,20:01 WIB
Reporter : Muhammad Luthfi
Editor : Marieska Harya Virdhani

Sejak 2021, program Erasmus+ yang didanai Uni Eropa terus memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Uni Eropa melalui mobilitas mahasiswa dan staf, pertukaran akademik, serta kerja sama antarlembaga.

Program ini telah memfasilitasi mobilitas 1.089 mahasiswa dan staf universitas dari Indonesia ke Eropa, serta mobilitas 1.182 akademisi dari Uni Eropa ke Indonesia.

Selain itu, sebanyak 377 beasiswa telah diberikan kepada mahasiswa Indonesia melalui program Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM).

Erasmus+ menargetkan untuk menarik setidaknya 350.000 mahasiswa dari luar Uni Eropa hingga 2030, sebagaimana tercantum dalam dokumen Communication on Union of Skills.

BACA JUGA:Hari Santri 2026, Wagub Jateng Perkuat Pesantren Obah dan Beasiswa 480 Santri Menuju Indonesia Emas

"Pendidikan bertujuan memberikan akses yang setara terhadap keterampilan dan pengetahuan agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang kerja, mendorong inovasi, dan menciptakan lapangan kerja. Ini telah menjadi pertukaran dua arah antara Indonesia dan Eropa," tambah Hervé.

Di luar pertukaran individu, kerja sama antar perguruan tinggi juga terus berkembang. Universitas Indonesia terlibat dalam 19 program EMJM serta 20 proyek penguatan kapasitas.

Sebagai bentuk kerja sama di tingkat institusional, Uni Eropa memperkenalkan EU-Indonesia Network of University Partners (EUnUP) dan meluncurkan peta jalan kerjasamanya untuk periode 2026–2030.

BACA JUGA:Hari Santri 2026, Wagub Jateng Perkuat Pesantren Obah dan Beasiswa 480 Santri Menuju Indonesia Emas

EUnUP saat ini terdiri dari 10 universitas di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia (UI) Jakarta, Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Banten, Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Universitas Parahyangan (UNPAR) Bandung, Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, dan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.

Jaringan ini bekerja untuk memperkuat penawaran pendidikan di universitas-universitas Indonesia melalui promosi program studi dan mata kuliah terkait Eropa, yang mencakup tata kelola Uni Eropa, transisi hijau, transformasi digital dan tata kelola AI, komunikasi, perdagangan, keamanan siber, ketahanan demokrasi, kesetaraan gender, dan hak asasi manusia.

Kemitraan ini juga sejalan dengan komitmen bersama terhadap Agenda PBB 2030, termasuk upaya mendorong kesetaraan gender sebagaimana tercantum dalam SDG 5.

Jaringan ini telah menyusun peta jalan kerja sama 2026–2030 dan tengah menyiapkan modul-modul pendidikan yang mencakup silabus, metodologi, dan materi pengajaran agar selaras dengan program studi di masing-masing universitas anggota.

BACA JUGA:Mau Dapat Beasiswa Sandiaga Uno? Simak Program S1 dan RPL dari i3L University

Selain itu, universitas-universitas dalam jaringan ini juga menjajaki berbagai cara untuk memperkuat kolaborasi penelitian dan transfer pengetahuan, memperluas mobilitas mahasiswa yang diakui dalam kredit akademik ke dan dari Eropa, serta akan mengambil peran lebih besar dalam memberikan masukan berbasis data bagi dialog kebijakan antara Uni Eropa dan Indonesia.

"Kami harap kemitraan ini dapat terus berkembang melalui keterlibatan aktif universitas dan komunitas akademik Indonesia dan Eropa. Penguatan akses dan kualitas pendidikan tinggi yang dihasilkan oleh kemitraan ini tidak saja dimaksudkan untuk memahami Eropa dan Indonesia secara lebih baik, tetapi juga untuk bersama-sama menjawab tantangan global di berbagai sektor dan menciptakan dampak nyata yang bermakna," tutup Hervé.

Kategori :