Solar Langka, Antrean SPBU di Kabupaten Sumedang Mengular

Rabu 30-03-2022,19:07 WIB
Reporter : Lebrina Uneputty
Editor : Lebrina Uneputty

SUMEDANG, DISWAY.ID--Warga Kabupaten Sumedang kesulitan mendapatkan bahan bakar Solar. 

Langkanya Solar membuat antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU).

Warga, gabungan kelompok tani, hingga pedagang mengantre solar di SPBU Darmaraja yang mulai langka dan susah didapat beberapa hari terakhir.

Diantara warga yang antre membeli solar bersubsidi, mereka sudah menunggu sejak pukul 02.00 dini hari, Rabu 30 Maret 2022, Pasalnya solar mulai langka dan susah didapat.

“Ngantre solar, buat heler. Ti tabuh dua wengi (pukul 02.00 dini hari,” kata Abah warga Karangpakuan, Darmaraja.

Abah mengaku, sudah mulai mengantre solar sejak Senin 28 Maret 2022 lalu. Namun karena terlalu banyak yang membeli, akhirnya tidak kebagian.

“Mulai Senin mengantre tidak dapat, dan hari ini kembali mengantre. Ini masih belum dapat,” kata Abah.

Dia menyesalkan pemerintah yang mempersulit masyarakat dengan solar yang langka. Padahal bahan bakar ini sangat dibutuhkan petani, hingga usaha lainnya.

“Rek kumaha perekonomian rakyat? Solar tulung diayakeun. Nu mayeng.” “Mau bagaimana perekonomian rakyat? Solar tolong diadakan. Yang stabil,” katanya.

Dia mengaku tidak menyalahkan SPBU atas kelangkaan solar. Sebab, bukan kesalahan di tingkat bawah, melainkan dari Pertamina.

“Pom na mah nyaah ka masyarakat. Kami tidak menyalahkan pom. Ieu mah Pertamina nu kudu bener.”

“SPBU sangat peduli kepada masyarakat. Kami tidak menyalahkan SPBU. Ini Pertamina yang harusnya dibehani,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pertamina, Nicke Widyawati dalam rapat dengar pendapat di DPR RI menyatakan bahwa diduga ada penyelewenangan subsidi solar oleh industri besar.

Misalnya, untuk perusahaan tambang dan sawit. Yang kemudian membuat terjadinya kelangkaan solar subsidi.

Dugaan itu, didasarkan pada indikator penjualan solar yang mencakup 93 persen subsidi. Sementara non subsidi hanya 7 persen.

Kategori :