Pengendara Ojol Sambut Positif Kenaikan Tarif Tapi Takut Penumpangnya Menjadi Kabur

Kamis 08-09-2022,13:56 WIB
Reporter : Bambang Dwi Atmodjo
Editor : Reza Permana

BACA JUGA:Bripka RR Ungkap Percakapan Dengan Brigadir J Sebelum Menghadap Putri Candrawathi, Kuat Marah-marah

BACA JUGA:Hasil Lie Detector Kuat Ma'ruf dan Bripka RR Jujur, Pengacara Bharada E: Mereka Sadar Situasi..

Rincian kenaikan tarif tersebut akan mulai berlaku pada Sabtu 10 September 2022. 

Menurut pengemudi ojek online (ojol) Bowo kenaikan tarif ini memiliki kelebihan dan kekurangan

“Kelebihannya yaitu kesejahteraan pengemudi lebih diperhatikan oleh pemerintah dan penyesuaian tarif ini bisa berjalan dengan semestinya,” jelas Bowo.

“Sedangkan kekurangannya dengan naiknya tarif ojol ini akan berdampak pada penurunan penumpang, takutnya penumpang beralih ke busway,” tambahnya.

BACA JUGA:Film Mencuri Raden Saleh Raih 1,5 Juta Penonton dalam 12 Hari, Squad Perampok yang Sukses Bikin Netizen Oleng

BACA JUGA:Kemendikbudristek Ubah Seleksi SBMPTN 2023, Seperti Apa Aturan Barunya?

Dampak kenaikan BBM yang sangat signifikan ini juga berdampak pada kebutuhan pokok atau sembako.

“Kebutuhan pokok otomatis naik, seperti sembako dan biaya transportasi. Semoga naiknya tarif ini bisa mencukupi biaya oprasional saya,” ujarnya Bowo.

Naiknya tiga jenis BBM bersubsidi berdampak pada pengeluaran khususnya pengemudi ojek online.

BACA JUGA:MotoGP Kembali ke Malaysia, Marquez Dipastikan Ikut Balap di Sepang

BACA JUGA:AKP Dyah Candrawati Jadi Polwan Pertama yang Disidang Kode Etik Terkait Kasus Pembunuhan Ferdy Sambo

Menurut Bowo kenaikan BBM bersubsidi ini belum tepat waktu.

“Kenaikan BBM ini belum tepat waktu, saat ini masih dalam masa transisi dari masa pandemi ke new normal. Jika ekonomi sudah normal boleh lah BBM dinaikan,” ungkapnya.

Masih dengan Bowo, kenaikan BBM ini berdampak pada pengeluarannya sehari-hari, biasanya isi Pertalite Rp 25 ribu sekarang nambah jadi Rp 30 – Rp 35 ribu. 

Kategori :