Saat itu, lanjut dia, Bripka RR sempat bertanya pada Brigadir J apa yang terjadi.
"Kata Yoshua : Iya Bang saya enggak ngerti, kenapa Om Kuwat marah-marah sama saya," jelasnya.
Saat itu Bripka RR pun mencoba menenangkan Brigadir J dan memintanya untuk sabar lalu menyampaikan pesan dari Putri Candrawathi.
"Naiklah mereka ke atas, Yoshua masuk, duduk di bawah, ibu masih baring di bantal. RR nunggu di pintu agak berjarak, tapi tidak dengar pembicaraan," tuturnya.
BACA JUGA: Mengenal Elizabeth II, Ratu Inggris Terlama yang Penuh Kesederhanaan
Bharada E Tembak Barigadir J
Sementara itu, kuasa hukum Richard Eliezer atau Bharada E, Ronny Talapessy mengatakan, bahwa kliennya sempat resah ketika menerima perintah dari Sambo untuk menembak Brigadir J.
Dalam pengakuannya, Richard langsung izin ke toilet untuk berdoa sejenak usai mendapat perintah menembak Yosua.
"Klien saya dipanggil ke lantai 3 oleh RR itu yang terakhir. Kemudian disuruh menembak, klien saya turun ke bawah sempat ke toilet berdoa," kata Ronny.
Dalam kasus pembunuhan Yosua, kepolisian telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Mereka adalah Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Maruf, serta Putri Candrawathi.
Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP.