Ukraina Berhasil Pukul Mundur Pasukan Rusia, Zelenskiy: Kirim Kami Tambahan Amunisi

Selasa 13-09-2022,12:54 WIB
Reporter : Reza Permana
Editor : Reza Permana

BACA JUGA:Warteg Hangus Dilalap si Jago Merah di Kalibata Utara 2, Penyebab Kebakaran Diduga Karena Kelalaian Ini

Rusia sejak invasinya pada 24 Februari lalu telah menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina.

Pihak Rusia, Presiden Vladimir Putin dan pejabat seniornya sebagian besar tidak memberikan komentarnya terkait dengan keberhasilan Ukraina tersebut.

Bahkan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Senin lalu tidak menjawab pertanyaan tentang kemampuan dari Putin dalam kepemimpinan militernya.

BACA JUGA:Suami Habisi Nyawa Isteri di Ciledug Habis Baca Chat HP, Pelaku Langsung Serahkan Diri

BACA JUGA:Cara Buat Akun BSU di kemnaker.go.id, Segera Cek Namamu Sebagai Penerima Bantuan

"Operasi militer khusus terus berlanjut dan itu akan terus kami jalankan hingga tercapai," kata Peskov.

Akan tetapi Ptin masih sangat percaya diri dengan ketahahn negaranya dalam menghadapi sanksi ekonomi yang di jatuhkan oleh oihak Amerika dan Eropa.

"Taktik blitzkrieg ekonomi yang serangan gencar yang mereka andalkan, tidak berhasil," katanya.

Meskipun telah di pukul mundur, namun pada hari Senin 12 September, Rusia kembali menembakkan rudal ke pembangkit listrik yang menyebabkan pemadaman listrik di Kharkiv dan wilayah Poltava dan Sumy yang berdekatan.

Penembakan daerah pemukiman dan infrastruktur memicu kebakaran di kota sepanjang hari pada hari Senin itu.

BACA JUGA:IS Tipu Warga Tangerang, Ajak ke Makam Keramat Lalu Pinjam Motor dengan Alasan Ritual Gaib, Endingnya...

BACA JUGA:5 Tuntutan Driver Taksol ke Aplikator yang Salah Satunya Soroti Pemotongan Komisi

Penembakan di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia telah memicu kekhawatiran besar tentang risiko bencana radioaktif. 

Badan pengawas atom PBB telah mengusulkan pembentukan zona perlindungan di sekitar pembangkit nuklir yang terbesar di Eropa itu.

"Kami bermain dengan api," kata Rafael Grossi dari PBB.

Kategori :