Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Banten Terasa Sampai Bandung

Kamis 17-08-2023,16:02 WIB
Reporter : Lebrina Uneputty
Editor : Lebrina Uneputty

BANTEN, DISWAY.ID-Wilayah Provinsi Banten telah diguncang gemba tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7, Kamis 17 Agustus 2023.

Gempa itu berpusat di laut pada jarak 112 Km arah Barat Daya Muara Binuangeun, Banten pada kedalaman 50 km.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bandung dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

BACA JUGA:Fenomena El Nino, BMKG Prediksi Banten Alami Puncak Kekeringan Agustus - September

Di daerah Cikembar dan Bogor dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” ungkapnya.

Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BACA JUGA:Keisengan Menteri Basuki hingga Ditegur Istri Viral, Netizen : Pak Bas Cek Gesper Biar Nggak Disetrap...

“Kita imbau kepada masyarkat agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya. 

Berdasarkn rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada pukul 11:28.48 WIB itu memiliki parameter update dengan magnitudo 5,7.

BACA JUGA:HUT ke-78 Kemerdekaan RI di Tangsel, Wali Kota: Tahun Ini Lebih Meriah

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,69° LS ; 105,34° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 Km arah Barat Daya Muara Binuangeun, Banten pada kedalaman 50 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia (intraslab) yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik ( oblique thrust ).

Kategori :