Selain itu, prosedur VBAC juga memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
Meskipun tingkat keberhasilan VBAC tinggi, ada kemungkinan terjadinya rupture uterus selama persalinan normal setelah operasi caesar.
Rupture uterus adalah kondisi ketika lapisan rahim robek atau pecah, yang dapat menyebabkan pendarahan internal dan berpotensi membahayakan ibu maupun bayi.
BACA JUGA:Viral! Pasutri WNI Bahagia di Jepang. Iseng Lahiran di Luar Negeri Eh Dapat 'Rezeki Nomplok' Terus
Oleh karena itu, penting bagi dokter dan fasilitas kesehatan yang melakukan VBAC untuk dilengkapi dengan sarana dan tenaga medis yang dapat menangani potensi komplikasi ini.
Sebelum memutuskan menjalani VBAC, penting bagi ibu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan yang berpengalaman dan ahli dalam bidang VBAC.
Dokter akan melakukan penilaian menyeluruh terhadap kondisi ibu dan menjelaskan semua risiko dan manfaat yang terkait dengan VBAC, sehingga ibu dapat membuat keputusan yang paling tepat untuk dirinya dan bayinya.
Faktor-faktor yang Perlu Dipertimbangkan Ada beberapa faktor yang biasanya menjadi pertimbangan bagi dokter ketika seorang ibu ingin melahirkan normal setelah operasi caesar:
BACA JUGA:5 Bulan Menikah, Julian Jacob Umumkan Kelahiran Anak Pertama dengan Maria Eka
1. Riwayat Operasi Caesar Terbatas: Faktor penting yang perlu diperhatikan adalah riwayat operasi caesar sebelumnya. Biasanya, dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan persalinan normal jika ibu hanya pernah menjalani operasi caesar maksimal dua kali.
2. Posisi Bayi yang Normal: Dokter juga harus memastikan bahwa bayi dalam kandungan berada dalam posisi normal, dengan kepala bayi berada di bagian bawah rahim. Ini penting untuk memastikan kemungkinan melahirkan normal yang lebih tinggi.
3. Ukuran Panggul yang Cukup: Selain itu, penting juga untuk memeriksa ukuran panggul ibu. Sebuah panggul yang cukup besar dan lebar diperlukan agar bayi dapat melewati jalan lahir dengan mudah selama persalinan normal.
4. Ukuran dan Berat Badan Bayi yang Normal: Selain kondisi tubuh ibu, dokter juga akan memperhitungkan estimasi ukuran dan berat badan bayi. Ini penting untuk dipertimbangkan karena bayi yang terlalu besar mungkin sulit dilahirkan secara normal.
BACA JUGA:17 Program Prioritas yang Diusung Prabowo-Gibran, dari Swasembada Pangan hingga IKN
5. Sayatan Caesar yang Tepat: Dokter akan memeriksa letak bekas sayatan dari operasi caesar sebelumnya. Penting bahwa sayatan tersebut berada di bagian yang rendah di rahim dan arahnya horizontal. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan melahirkan normal yang sukses.
6. Kondisi Kesehatan Ibu: Dokter akan mempertimbangkan riwayat kesehatan ibu sebelumnya. Jika ibu memiliki riwayat penyakit tertentu seperti fibroid atau plasenta previa, maka persalinan normal mungkin tidak dianjurkan karena berpotensi meningkatkan risiko komplikasi.