Namanya diambil dari nama pemain dan dokter Brasil terkenal, Socrates.
Majalah France Football mulai membagikan Socrates Award pada tahun 2022 di ajang Ballon d'Or.
Pada tahun 2022, pemenang pertama adalah Sadio Mané, pemain yang menggunakan kesuksesannya untuk membantu negara asalnya, Senegal.
Vinicius Junior membangun sekolah dan rumah sakit di kampung halamannya di Brasil.
Melawan Rasisme
Pada acara penghargaan di Paris, salah satu pembawa acara Didier Drogba menyebutkan bahwa pendirian Vinicius Junior yang terang-terangan menentang rasisme berperan dalam menganugerahinya Penghargaan Socrates.
Vinicius Junior, yang sering menghadapi pelecehan rasial di Spanyol, secara konsisten menggunakan platformnya untuk menyoroti masalah ini.
Setelah menerima penghargaan tersebut, Vinicius Jr naik ke podium dan menegaskan kembali komitmennya untuk melawan rasisme.
BACA JUGA:Maaf Nih, Ancelotti Tak Sudi Sebut Messi Sebagai GOAT: Saya Melatih Pemenang Ballon d'Or Setiap Hari
BACA JUGA:Benzema Meraih Ballon d'Or 2022, Jose Mourinho: Pemain yang Memiliki Karakter
Dia menyatakan bahwa dia akan terus memanfaatkan platform sepak bola dalam perjuangannya melawan diskriminasi rasial.
Vinicius Junior yang sering mendapat pelecehan rasial dalam pertandingan La Liga selama dua musim terakhir, dikenal karena mendirikan sebuah yayasan yang membangun sekolah di daerah miskin dan berinvestasi dalam pendidikan di Brasil.
“ Saya akan tetap kuat dalam perjuangan melawan rasisme. Sungguh menyedihkan membicarakan rasisme saat ini, namun kita harus terus berjuang agar penderitaan masyarakat berkurang,” katanya saat menerima penghargaan dari Pangeran Monaco.
Vinicius Junior mengaku senang menerima penghargaan ini dan membantu banyak anak di Brazil.