Dokter Inggris Melarikan Diri dari Gaza, Dikirim Kembali ke Medan Perang Setelah Sampai Perbatasan Rafah

Minggu 12-11-2023,09:29 WIB
Reporter : Subroto Dwi Nugroho
Editor : Subroto Dwi Nugroho

JAKARTA, DISWAY.ID- Seorang dokter asal Inggris, Ahmed Sabra dipulangkan ke Gaza setelah pejabat Mesir tidak menemukan namanya dalam daftar pengungsi selama konflik antara Israel dan Hamas. 

Sabra dan keluarganya tidak diizinkan melintasi perbatasan meski sudah mencapai perbatasan Rafah.

Dokter tersebut merekam video dan pesan suara selama penderitaannya di Gaza, menyerukan pemerintah Inggris untuk mengevakuasi dia dan warga negara Inggris lainnya ke tempat yang aman. 

BACA JUGA:Surat Terbuka MER-C Pada Presiden Jokowi: Selamatkan RS Indonesia Gaza dari Serangan Israel

BACA JUGA:600 Truk Bantuan Indonesia untuk Palestina Berhasil Masuk Gaza


Ahmed Sabra merekam betapa wilayah Gaza mencekam-Screenshoot/YouTube-

Kementerian Luar Negeri Inggris telah dihubungi mengenai situasi ini dan berupaya memastikan keselamatan warga negara Inggris di Gaza.

Menurut Anggota Parlemen Inggris, Ahmed Sabra berada di Gaza ketika Israel menyatakan perang terhadap Hamas menyusul serangan kelompok Hamas tersebut pada tanggal 7 Oktober, kata Geraint Davies, anggota parlemen lokal untuk Swansea West di Wales, 

Sabra tinggal di Gaza dan bekerja sebagai konsultan Layanan Kesehatan Nasional.

Davies membagikan video dan catatan suara yang direkam Sabra saat dia melakukan perjalanan berbahaya bersama istri dan anak-anaknya ke penyeberangan Rafah , tempat mereka berharap untuk menyeberang ke Mesir dan menemukan keselamatan sebelum kembali ke rumah.

Namun Davies mengatakan meski keluarga Sabra diizinkan masuk, dia tidak termasuk dalam daftar warga negara asing yang disetujui.

BACA JUGA:Presiden Jokowi Tuntut Keras Agresi Israel atas Serangan di RS Indonesia: Saya akan Bertemu Joe Biden!

BACA JUGA:Kondisi Terkini di RS Al Shifa Gaza, Israel Kirim Rudal Kenai Ambulans, Direktur: Kami Krisis Air dan Bahan Bakar

“ Ini adalah hukuman mati,” kata Sabra dalam video yang dibagikan Davies kepada CNN.

Sabra  mengatakan, menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk melakukan tugas mereka dan mengevakuasi dirinya dan warga negara Inggris lainnya ke tempat yang aman untuk kembali ke rumah.

Kategori :