Trance Berdarah

Selasa 16-01-2024,04:06 WIB
Oleh: Dahlan Iskan

SUDAH lebih dua minggu saya ingin tahu jenis musik ini: psychedelic trance.

Lalu saya coba mendengarkan beberapa di antaranya. Tentu yang masuk 10 besar paling top: sayang saya tidak juga mengerti bagaimana cara menikmatinya.

Misalnya lagu Till the Sky Falls Down itu. Yang dianggap lagu paling hebat sepanjang sejarah. Atau lagu Light the Skies. Mungkin hanya para sufi yang bisa terbawa lagu itu sampai ke alam yang berbeda.

Tentu saya pernah menikmati lagu sufi. Hampir sehari penuh. Di makam Maulana Rumi. Di Konya, pedalaman Tukiye. Tapi sangat berbeda dengan psychedelic trance.

Ternyata di Israel banyak juga penggemar psychedelic trance. Memang bukan yang terbanyak. Penggemar psychedelic trance terbanyak adalah di Eropa Barat, Amerika, Australia dan Afrika Selatan. 

Tapi festival psychedelic trance di Israel ini begitu hebohnya. Berbuntut begitu panjang: sampai Hamas harus diserbu habis-habisan oleh Israel. 

Sampai sekarang perang terhadap Hamas di Gaza itu sudah berlangsung 100 hari. Belum juga ada tanda-tanda akan berakhir.

Kabarnya Israel sudah menemukan lokasi di mana tentaranya disembunyikan di Gaza. Tapi tidak mudah membebaskan mereka. Kalau diserbu para tahanan itu akan ikut mati.

Semua itu bermula dari festival musik psychedelic trance di Israel. Festivalnya ikut gaya Brasil. Mulainya tengah malam. Nonstop. Baru akan berakhir pukul 17.00 keesokan harinya. Total 16 jam.

Karena itu mereka yang ingin ikut hadir harus siap 'menggelandang' sehari semalam.

Pun festival yang di Israel itu. Yang dilaksanakan tanggal 6 malam Oktober lalu. Yang datang sekitar 4.000 orang. Mereka datang dari berbagai kota di Israel. Juga dari berbagai kota di Eropa. 

Banyak penggemar yang membawa tenda. Pun yang dari luar negeri. Mereka membayar setara USD 100. 

Sedang pemusiknya datang dari Inggris, Jerman, dan Israel sendiri.

Festival psychedelic trance itu dilaksanakan di luar kota Tel Aviv. Sekitar 1,5 jam ke arah selatan. Di sebuah lahan terbuka luas. Lahan itu dikelilingi oleh pepohonan. Banyak yang menggelar tenda di sela-sela pohon. Meski alam Israel banyak yang berupa padang batu dan pasir tapi ada satu lokasi yang ideal untuk festival psychedelic trance.

Tidak ada yang mengira lokasi itu tidak aman. Memang letaknya hanya sekitar 5 km dari perbatasan Israel-Gaza, tapi selama ini tidak ada masalah keamanan di situ.

Malam itu bertepatan dengan hari Sabat. Hari Sabtu yang bagi orang Yahudi dianggap sebagai hari ibadah. Penggemar psychedelic trance justru mengadakan festival.

Sayang acara kurang lancar. Malam itu ada gangguan di pengeras suara. Festival musik itu pun tidak segera dimulai. Mestinya pukul 00.00 sudah dimulai. Tertunda lebih dua jam.

Menjelang pukul 04.00 barulah suara musik elektronik khas psychedelic trance berbunyi. Pengunjung mulai ramai-ramai menggerakkan badan mengikuti irama musik.

Anda sudah tahu: musik psychedelic trance tanpa penyanyi. Lagunya adalah musik itu sendiri.

Para penggemar umumnya meliukkan seluruh badan dengan mata terpejam. Mereka menginternalisasi musik ke dalam jiwa. Menyatu. Melupakan apa pun yang ada di dunia.

Dengarkan sendirilah lagu-lagunya. Cobalah menyatukan jiwa dengan lagu itu. Mungkin Anda bisa terhanyut ke mana-mana.

Maka ketika pukul 05.00 ada suara sirine yang mengudara tidak ada yang curiga. Bahkan ada yang mengira itu bagian dari festival. Pun ketika suara tembakan dan mortir meletus di mana-mana masih juga belum ada yang curiga. Padahal itu adalah serangan mendadak dari pasukan Hamas. Mereka berhasil menerobos perbatasan yang dijaga ketat oleh Israel. Sebagian mengendarai paralayang bermotor.

Jadilah subuh tanggal 7 Oktober lalu itu pesta musik psychedelic trance berubah jadi medan perang. Lebih 1000 orang tewas. Banyak tentara Israel ditangkap. Dibawa ke Gaza. Sampai sekarang belum berhasil dibebaskan.

Maka hari itu tercatat: festival musik paling berdarah dalam sejarah. (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Edisi 15 Januari 2024: Terowongan Hasidic

Handoko Luwanto
Jurnal Prusuh Disway Edisi: Lai Ching-te (Min,14-1-2024) 

#.Nama (Komen;Kata)AWARD [diReplyOrangLain:meReplyOrangLain]

 #1.Afa (1;54) [6:0] 

#2.Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺 (12;682)✒️★★⚾️ [4:7] #3.Amat K. (2;111) [5:1] #4.AnalisAsalAsalan (3;340)★ [6:0] 

#5.Atho^illah (1;10) 

#6.Azza Lutfi (1;11) [0:1] 

#7.bitrik sulaiman (1;1) 

#8.DeniK (3;70) [1:1] 

#9.didik sudjarwo (1;17) 

#10.djokoLodang (5;48) [3:2] 

#11.Echa Yeni (4;49) [0:3] 

#12.Everyday Mandarin (4;363)★★ [0:1] 

#13.Eyang Sabar56 (1;22) [1:0] 

#14.Fiona Handoko (2;131)★★ [0:2]

#15.Gregorius Indiarto (1;45)★ 

#16.Handoko Luwanto (8;742)★ [1:3]

 #17.hoki wjy (1;37) #18.HONDA CBR150R (3;89)★ [2:0] #19.Jimmy Marta (5;179)★ [2:0] #20.Jo Neca (5;128) [4:3] #21.Johannes Kitono (2;426)★ #22.Jokosp Sp (8;389)★ [0:6] #23.Juve Zhang (9;582) [1:5] 

#24.Kliwon (1;96)★⚽️ [7:0] 

#25.Lagarenze 1301 (7;520)★★★⭐️⏰ [3:1] 

#26.Legeg Sunda (1;2) 

#27.Leong Putu (4;34) [0:3] 

#28.Liam Then (10;656)⚾️ [1:7] 

#29.M.Zainal Arifin (4;33) [0:2] 

#30.mamat (1;24) [1:0] 

#31.MARWAN HAMHIS (2;75) [1:1] 

#32.Mirza Mirwan (2;222)★★ [0:1] 

#33.Mita Nurlathifah (1;15)✏️

 #34.MULIYANTO KRISTA (1;8)★ [2:0] 

#35.Nimas Mumtazah (1;6) [0:1] 

#36.nur cahyono (1;4) 

#37.Pryadi Satriana (5;414)★ [4:0] 

#38.rid kc (1;50) 

#39.Rizal Falih (2;216)★ [1:1] 

#40.Saiful Ahmad (5;374)★★★⭐️ [1:0]

Lagarenze 1301
Santai sejenak. Di Lower East Side, New York, dua pria sedang menunggu kereta. Satu anak muda, satunya lagi pria setengah baya. Anak muda itu menanyakan waktu kepada pria yang lebih tua, tetapi bapak itu mengabaikannya. Setelah beberapa saat, si anak muda kembali menanyakan waktu dan lagi-lagi pria yang lebih tua mengabaikannya. Karena frustrasi, anak muda itu akhirnya bertanya, “Mengapa Bapak tidak menjawab ketika saya menanyakan waktu?” Bapak itu menghela napas dan menjelaskan: “Begini, kalau saya beri tahu kamu waktunya, kita akan mulai ngobrol. Lalu, saat kereta datang, kamu duduk di sebelahku. Mungkin kita akan saling mengenal." Lanjutnya, "Dan mungkin pada akhirnya saya akan mengundang kamu ke rumah saya untuk makan malam. Mungkin dengan begitu kamu dan putri saya akan benar-benar akur – wah, kalian bahkan mungkin akan bertunangan!" Bapak itu, dengan setengah mendelik kemudian berkata, "Dan mengapa saya menginginkan menantu yang bahkan tidak mampu membeli jam tangan?”

thamrindahlan
Tontonan paska debat di tv paling menyebalkan ketika menyaksikan juru bicara saling membela jagoan. Lebih seru dari debat Paslon karena pake ngotot melotot. Harap maklum jubir menggunakan senjata membenar benarkan (justifikasi) . Tidak Peduli ungkapan pak boss ANEH / tidak masuk akal selalu saja ADA pembenar benaran. Sebal nya penyiar tv terungkap ketika menyaksikan samangat si jubir tidak mau berhenti bicara yang sebenarnya tidak sesuai hati nurani . Sebal Panelis melihat jubir emosional saling ledek meledek. Pemirsa tak bisa melerai perkelahian akal non sehat . Kita cuma bisa mengatakan "Tampaknya anda para jubir lebih cocok tampil di acara debat KPU" Melihat wajah jubir terkadang ada rasa iba dan kasihan Kog sampai begitu nya bela belain komandan . Sobat perusuh lebih paham apa makna membela yang benar atau membela yang ba..... Salam salaman

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
RIWAYAT BER-LOGIN KE DISWAY.. 1). Awalnya saya "bekerja keras" untuk bisa login ke Disway. Kadang bisa, kadang tidak. Tanpa tahu sebabnya, kenapa tidak bisa. Dan kenapa tiba-tiba bisa.. 2). Suatu saat lebih sering tidak bisa login. Upaya yang saya lakukan adalah mengoprek email saya. Pernah tiba-tiba jadi mudah. Tapi saya juga tidak tahu, kenapa kok tiba-tiba menjadi mudah dan bisa. Maklumlah, sebenarnya saya gaptek. Tapi tetap gigih mencoba. He he.. 3). Tapi itupun ternyata tidak stabil. 4). Suatu saat, sampai berbulan-bulan, login saya ke Disway aman. Menggunakan Firefox. Tapi saya lihat di komen manteman ada diskusi ini itu yang selain aman juga memudahkan "proses"-nya. Maka keisengan saya kumat. Saya coba saran-saran yang berseliweran di komen. Tiba-tiba login saya jadi lebih rumit. Tidak sulit, tapi harus lewat beberapa (banyak) langkah. Intinya jadi tidak nyaman. 5). Akhirnya saya coba lagi, ngikuti saran yang ada di komen, tapi tidak benar-benar mudeng. Trial and error. Dan 2 hari ini, login saya jadi lebih mudah. "Tidak tahu apa yang saya lakukan, saat ini ada link di layar depan. Yang kalau ditekan, langsung udah ada di Disway. Tanpa perlu login. Dan udah bisa menulis komen". Aneh bin ajaib. Hanya dari tekan ini tekan itu, dengan cara "ngawur". Artinya, kalau disuruh mengulangi prosesnya, saya "tidak ingat". Dan "tidak tahu", mengapa bisa begitu. 6). Alhamdulillah.

Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DALAM setiap agama selalu ada orang atau kelompok orang, yang ingin menjalankan agama dengan 'lebih murni'. Dan ingin sedapat mungkin sama dengan yang diajarkan oleh 'pembawa pertama' ajaran itu. Dalam upaya mencapai tujuan itu, kadang akhirnya menjadi 'berbeda' dengan 'kebanyakan' penganut. Rupanya, yang ingin memurnikan pelaksanaan agama itu tidak hanya 1 kelompok. Dan cara maupun pendapatnya, dan atau prioritasnya juga berbeda. Sehingga kemudian terbentuk 'beberapa aliran'. Kalau membaca artikel tentang 'hasidic', saya menyimpulkannya begitu. Dan dalam proses pemurnian itu, kadang kemudian, pada suatu 'waktu', ada 'pembelokan' 'baru' sebagai respon atas suatu 'masalah'. Sehingga, sebenarnya bermaksud ada 'pembaharuan' menuju ke yang 'lama' tetapi yang asli. Dan kadang, jadinya, ada 'kriminal' nya juga, kalau dilihat dari hukum negara.. ### Rumit kan.. 

Lagarenze 1301
Susah login tak memupus keinginan Pak Bos untuk bergabung sebagai komentator CHD Disway. Dia memanggil sekretarisnya yang "5i" untuk membantu login di komputer PC-nya. Maklum, meski dia bos, tapi gaptek. Sekretaris yang harum semerbak ini lalu menghampiri Pak Bos. Karena baru pertama kali, harus buat akun Google dulu. Setelah mengisi nama depan, nama belakang, lalu tanggal lahir dan gender, perlu memilih nama akun. "Botuna," kata Pak Bos. Sekretaris semlohai itu pun mengetikkan "botuna" di depan @gmail.com. "Passwordnya apa, Pak Bos?" tanya Sekretaris. Berpikir sejenak, Pak Bos memilih pasword "pen*s". Sekretaris melirik pedas. "Dasar bocah tua nakal," batinnya. Ia tahu, Pak Bos pasti sedang menggodanya. Tapi, sebagai sekretaris yang paham digital, ia tahu pembalasan akan datang sebentar lagi. Sekretaris dengan enteng mengetikkan password "pen*s". Sesaat kemudian, dia tak bisa menahan tawanya. Sampai terbahak. Pak Bos kaget, ada apa. Dia melirik layar minitor, lalu seketika mengumpat, "Asem." Di layar tertulis: PASSWORD REJECTED. NOT LONG ENOUGH!!

djokoLodang
Suatu sore, pak Bos yang diceritakan p Lagarenze 1301 itu jalan2 bersama istrinya. Ketemu sobat akrab yang sudah lama gak ketemu. Ditariknya p Boss agak sedikit menjauh. "He, Boss, istrimu kok lain, ya, hari ini? Apanya yg bikin aku pangling. Model rambutnya kah?" "Ah, enggak. Dari dulu rambutnya juga begitu." "Atau, apakah jadi lebih langsing?" "Tidak juga. Dari dulu juga bahenol seperti yg kau lihat sekarang." 'Apanya, ya, yang berubah? Mungkin gaya pakaiannya." "Enggak ah, model pakaiannya juga begitu-begitu saja dari dulu". "Lantas, apanya ya, yang lain? Yang membuat aku pangling". "Yaa, memang dianya yang lain... Dia istriku yang kedua...

Mirza Mirwan
"Ini adalah saat yang tepat bagi Israel untuk mengurangi -- to scale back -- serangan militernya di Jalur Gaza," kata John Kirby dalam acara "Face the Nation", Minggu pagi (14/1), menjawab pertanyaan Margareth Brennan sehubungan dengan perang Israel-Hamas yang sudah berlangsung 100 hari. John Kirby adalah jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS. Bisa dibilang pejabat di Gedung Putih. Tetapi pernyataan John Kirby seperti kentut. Sebab di Tel Aviv, Yoav Gallant yang menteri pertahanan Israel menanggapinya dengan kalimat: "It's been 100 days, yet we will not stop until we win." Kelakuan para petinggi Israel memang sulit diterima akal sehat. Israel sudah diadukan Afrika Selatan ke ICJ di Den Haag karena melanggar Konvensi Genosida 1948. Tindakan militer Israel di Jalur Gaza, juga di Tepi Barat, jelas-jelas memenuhi kriteria genosida seperti tertera pada pasal 2 dan 3 Konvensi Genosida. Padahal Israel adala salah satu penandatangan konvensi tersebut pada tgl. 17 Agustus 1949. Dan juga telah meratifikasinya. Sudah 24.000-an orang tewas dan 60.000-an terluka dalam 100 hari seranhan Israel. Dan tak ada tetanda Israel "to scale back military offensive" di Jalur Gaza. Seperti terdengar di telinga suara Michael Heart melantunkan "We Will Not Go Down" ..... para wanita dan anak-anak / dibunuh dan dibantai malam demi malam / sementara yang disebut pemimpin di negara yang jauh / berdebat (tentang) siapa yang salah dan (siapa yang) benar ...

Jokosp Sp
Kang@Amat hari minggu bisa heling-heling ajak Ibu Negara ke Hulu Sungai Tengah (Barabai). Geser ke utara sedikit dari rumah. Ada panen raya durian, dan bisa dinikmati di sepanjang jalan menuju Pagatan. Ada : 1. Durian Zigetinus - jenis durian warna kuning dan tebal 2. Durian Kutejensis - sejenis durian, lokal menyebut Lay. Kuning sampai merah marun. Lengket dan agag langu dikit 3. Durian Duluis - sejenis durian dengan warna kulit merah duri panjang dan tajam 4. Durian Oxceyanus - sejenis durian dengan duri panjang, warna hijau. Lokal menyebut Karantungan. Manis pahit, namun tipis dengan sedikit rasa langu 5. Durian Gravealens - sejenis dengan karantungan namun punya duri seperti landak, tajam. Warna buah kuning sampai violet yang cantik 6. Durian Lowianus - durian dengan warna kuning isi cukup tebal. Rasa cukup enak 7. Durio Testudinarium - sejenis durian yang berbuahnya di pohonnya, bukan di batang. Warna kuning. Sayang tidak bisa dimakan. 8. Durian Excelsus - sejenis durian dengan Lay dengan warna duri kuning. Isi buah warna violet dengan rasa seperti Lay 9. Durio Acutitelius - hampir mirip durian, cuma kulit bisa pecah kalau masak. Isi tidak penuh menyelimuti bijinya. Sayang tidak bisa dimakan 10. Durio Hybrid - persilangan durian dengan Lay yang memunculkan jenis durian baru dengan nama daerah Mantuala. Mantuala ada dua jenis sesuai kelahiran di daerahnya. Jenis Mantuala Hantakan - rasa mendekati Lay warna kuning dan lengket. Dan Mantuala Batu Hayam yang rasa durian...

Lagarenze 1301
Terowongan rahasia bawah tanah di bawah sinagog Chabad-Lubavitch di Brooklyn, setidaknya, bisa mengurangi rasa tertekan warga New York. Paling tidak, terowongan itu tetap ada di New York. Kenap New Yorker tertekan? Selama ini ada pepatah, cahaya akan datang di ujung terowongan. Namun, setiap kali warga New York melewati terowongan, cahaya di ujung terowongan adalah New Jersey. :) (Terowongan Lincoln sepanjang 2,4 km di bawah Sungai Hudson, menghubungkan Midtown Manhattan di New York City di timur -- dengan Weehawken, New Jersey , di barat.) 

Fa Za
Dulu, agama atau kepercayaan merupakan satu²nya cara untuk menemukan jawaban atas fenomena alam yg terjadi, seperti hujan badai, gempa bumi, perputaran matahari dan bulan, bintang² di langit hingga eksistensi manusia itu sendiri. Namun setelah iptek berkembang, agama semakin ditinggalkan. Semua fenomena alam dapat dijelaskan dengan iptek. Agama pada akhirnya hanya dijadikan "tempat kembali" bagi jiwa yang kesepian. Agama hanya berfungsi dari sisi esoteriknya saja. Kecuali mereka yg masih menganggap agama sebagai jawaban atas segala sesuatu. Dan orang seperti itu kebanyakan tidak peduli dengan kebenaran iptek, bahkan tidak peduli dengan sesama manusia selain kelompoknya saja.

Johannes Kitono
Polisi sudah benar menangkap para pemuda yang ngebor seenaknya.Tanpa memikirkan kepentingan gedung-gedung sekitar Sinagoga.Bisa terganggu formasi dan konstruksinya. Kasus ini harus filihat dari dua sisi. Pertama para pemuda Hasidic ini sudah melanggar ketertiban umum. Mengebor terowongan ditengah kota yang pasti tanpa izin. Apapun alasannya jelas itu sudah salah. Kalau para pemuda Hasidics dilarang masuk Sinagoga itu memang masalah intern para Rabbi Yahudi.Biarlah mereka yang memberikan alasan kenapa pemuda Hasidics tidak boleh beribadah disana. Kalaupun boleh beribadah tentu ada syarat-syaratnya. Dan tentu dari sisi ini polisi tidak boleh ikut campur. Biarlah Yahudi sama Yahudi yang negosiasi. Hal yang sama juga terjadi di Israel. Kelompok Yahudi modern mulai protes ke pemerintah. Karena kelompok Yahudi yang setiap hari kerjanya hanya berdoa saja, juga digaji pemerintah. Heran juga, kenapa Yahudi yang populasinya hanya sekitar 9 juta. Saat ini dianggap mau menguasai keuangan dunia. Benarkah mereka merupakan bangsa yang Terpilih ? Mungkin juragan dan Perusuh Disway lebih tahu.

Kang Sabarikhlas
Sumprit saya ndak puas baca catatan 'Terowongan Masidik', masih 'tepak' komen Pak Mirza yg ada We Will Not Go Down. Tapi ndak masalah saya senang nanti bisa nonton sepak bola Piala Asia INA vs IRAK, asyik... Sudah siap, kopi putih 1 renceng, Rokok, 5 lumpia+bawang+lombok nanti saya 'kremus' habis bila INA kalah banyak, 1 btl jamu temulawak biar bisa tertawa meski kalah dan ini yang belum ada buah² penguat jantung biar ndak ber-debar². "Dik, mana buah²an pesenanku?" "Ada di atas meja Nang"... "Lho dik, kok Mengkudu? kan pahit" "Ya biar pahit!,... sana pean minum kopi yg baru sambil cengar-cengir mesam-mesem pelototi Amanda di iklan kopi di tv !!!".... "Aduh dik, sampai segitunya,.... aku kan cuma pindah kelain kopi?" ...braaak, istriku masuk kamar, duh. 

Mirza Mirwan
Sekadar meluruskan dan menambahkan. Rabbi Menachem Mendel Schneerson meninggal pada 12 Juni 1994, bukan 2004 seperti ditulis Pak DI. Tapi memang benar usianya 92 tahun. Dalam kalender Yahudi, 12 Juni 1994 itu bertepatan dengan tgl. 3 Tammuz 5754. Nun 40-an tahun yang lalu selama 4,5 tahun saya tinggal tak jauh dari Sinagog Chabad-Lubavitch itu. Sinagog itu berada di Crown Heights -- tepatnya di Eastern Parkway 770, sedang saya di Prospect Heights (sebelah baratnya). Dan seperti pernah saya tulis, saya punya banyak teman Yahudi. Tentang terowongan itu sebenarnya ulah iseng anak-anak muda setelah menonton film "The Shawshank Redemption". Mereka mempekerjakan para imigran dari Meksiko selama 3 minggu. Ukuran terowongan itu: panjang 60 kaki (18,3m), lebar 8 kaki (2,4m) dan tinggi 6 kaki (1,5m). Pemberitaan tentang terowongan itu, terutama di media sosial, memang menyesatkan. Wajar bila pihak Sinagog merasa terpukul. "This entire episode is immensely painful for us, the Jewish community at large, and all descent people," kata Rabbi Motti Seligson, juru bicara Sinagog Chabad-Lubavitch. Eh, tiba-tiba saya ingat kembali nama-nama bulan di kalender Yahudi (Shevat, Adar, Nisan, Iyyar, Sivan, Tammuz, Av, Elul, Tishrei, Heshvan, Kislev, dan Tevet). Saya juga ingat Rosh Hasanah, tahun baru Yahudi.

Kategori :