NASA Bisa Mendeteksi 'Kiamat' Datang 30 Menit Sebelum Kejadian

Selasa 20-02-2024,08:19 WIB
Reporter : Risto Risanto
Editor : Risto Risanto

JAKARTA, DISWAY.ID - Kiamat atau akhir zaman memang memiliki tanda-tanda tersendiri sebelum akan benar-benar kejadian.

Meski begitu belum tentu kiamat akan terjadi kapan pun juga tanpa sepengetahuan jelas manusia.

Akan tetapi baru-baru ini, ada pengakuan dari tim ilmuwan di NASA yang menyebut bahwa mereka telah berhasil menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi 'kiamat lokal' yang bisa terjadi di Bumi akibat badai matahari.

Menurut perhitungan model NASA, manusia diberikan waktu 30 menit untuk bersiap sebelum terjadinya kiamat.

BACA JUGA:Bisa Terjadi 'Kiamat Internet' di Tahun 2025, Apa yang Jadi Pemicunya?

Dilansir dari situs trstdly, waktu 30 menit ini merupakan selisih antara kecepatan cahaya dan waktu yang dibutuhkan material dari matahari untuk mencapai Bumi.

Namun apa sebenarnya dampak dari badai matahari terhadap Bumi? Misalnya, sekitar 35 tahun yang lalu, kota Quebec di Kanada mengalami pemadaman listrik berjam-jam akibat badai matahari.

Fenomena yang lebih dahsyat terjadi di Carrington, Inggris yang mana sekarang terkenal sebagai tempat latihan klub sepak bola Manchester United atau sekitar 150 tahun yang lalu.

Jika peristiwa serupa terjadi di era modern, infrastruktur kelistrikan dan komunikasi bisa hancur total.

BACA JUGA:Pakar GeopolitikOrtodoks Rusia: Kiamat Sudah Tiba, Perang Besar di Timur Tengah-Kehancuran Israel

Para peneliti NASA menggunakan referensi dampak badai matahari di planet lain dan melakukan observasi dengan bantuan berbagai satelit seperti ACE, Wind, IMP-8, dan Geotail.


Tanda-tanda Kiamat yang Sudah Terjadi-Urikyo33 -Pixabay

Meski demikian berkat kecerdasan buatan (AI), kita kini bisa memprediksi dengan lebih tepat apa yang akan terjadi jika badai matahari langsung menghantam Bumi.

Selain memperkirakan waktu yang diperlukan badai matahari untuk mencapai Bumi, peneliti NASA juga membuat prediksi mengenai dampak material surya terhadap manusia.

Nama model yang digunakan oleh para peneliti NASA adalah DAGGER, singkatan dari belati.

Kategori :