"Lah emang ini cucu siapa?!" ucap ibu-ibu itu.
"Ya makanya saya tanya, ini cucunya atau bukan? Terus saya tawarin mau dekat cucunya atau enggak?" tutur wanita berkacamata lagi.
"Terus dia bilang 'nenek-nenek' gitu" sahut ibu-ibu.
Sampai pada akhirnya petugas kereta mendatangi keduanya karena sudah dinilai membuat gaduh di dalam gerbong KRL.
Tidak dijelaskan secara pasti bagaimana kelanjutan dari percekcokan antara kedua wanita tersebut.
BACA JUGA:Viral! Rumah Mewah Lantai 2 dari Marmer, Ternyata Kandang Kambing
ATURAN PENUMPANG KRL DILARANG BERBICARA BAHKAN RIBUT DI DALAM GERBONG!
Perjalanan KRL Relasi Jakarta Kota - Tanjung Priok -Screnshoot/Instagram-
Salah satu hal yang perlu diingat adalah menjaga etika ketika berada di dalam Kereta Rel Listrik (KRL).
Ketika berada di dalam KRL, penting bagi penumpang untuk memperhatikan tingkah laku mereka agar tidak mengganggu pengguna lain.
Salah satu aspek etika yang perlu diperhatikan adalah tidak berbicara dengan suara kencang atau bahkan berteriak di dalam KRL.
BACA JUGA:Viral Eskalator Stasiun Manggarai Tiba-tiba Berbalik Arah Saat Jam Sibuk, KCI Minta Maaf
Hal ini dapat mengganggu kenyamanan dan keheningan bagi pengguna lain yang sedang naik kereta.
Selain itu, penumpang juga sebaiknya tidak mendengarkan musik dengan volume yang terlalu keras.
Musik yang terlalu nyaring bisa mengganggu pengguna lain yang sedang mencoba untuk bersantai atau bekerja di dalam kereta.
Sebagai pengguna yang baik, kita harus selalu memperhatikan lingkungan sekitar dan berusaha untuk tidak mengganggu orang lain.