Tegas! MUI Minta Perbedaan Awal Ramadhan 1445 H Tak Berujung Ribut: Jangan Saling Marah

Minggu 10-03-2024,20:54 WIB
Reporter : Anisha Aprilia
Editor : Dimas Chandra Permana

Eks pemimpin Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu menerangkan, penetapan 1 Ramadhan tahun ini melalui 3 tahapan.

Pertama, pemaparan posisi hilal awal Ramadan 1445 H berdasarkan hasil hisab (perhitungan astronomi) oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB.

Sesi ini terbuka untuk umum dan disiarkan secara live di channel YouTube Bimas Islam.

BACA JUGA:Tok! Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh Pada 12 Maret 2024

Kedua, sidang isbat penetapan awal Ramadan 1445 Hijriah yang digelar secara tertutup setelah salat Magrib. 

Selain data hisab (informasi), sidang isbat juga akan merujuk pada hasil rukyatul hilal (konfirmasi) yang dilakukan Tim Kemenag di 134 lokasi seluruh Indonesia.

Ketiga, konferensi pers hasil sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1445 Hijriah yang juga disiarkan melalui media sosial Kemenag RI.

Hilal Tidak Terlihat di Jakarta

Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta menyebut kondisi ketinggian hilal baru mencapai 0 derajat 47 menit di Masjid Raya Hasyim Asyari, Cengkareng, Jakarta Barat.

Maka dari itu, kemungkinan 1 Ramadhan 1445 Hijriah akan berbeda dengan Muhammadiyah.

"Jadi masih jauh dari ketentuan Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Masih jauh dari ketentuan Mabims yang 3°," ujar Abdul Khaliq Sholeh ketua Lembaga PWNU DKI Jakarta, Minggu 10 Maret 2024.

Abdul mengatakan, penetapan 1 Ramadhan berdasarkan kesepakatan Menteri agama Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura (MABIMS) itu tinggi hilal minimal 3 derajat.

BACA JUGA: Hilal Tidak Terlihat di Masjid Raya Hasyim Asyari Karena Tertutup Awan

"Secara hisab memang susah memang susah untuk terlihat. Secara ilmiah rasanya tidak mungkin akan terlihat. Ini masih berandai," tuturnya.

Akan tetapi, Abdul Khaliq mengatakan, seandainya sore ini rukyat bisa terlihat di salah satu wilayah Indonesia dan pihak tersebut berani disumpah, maka 1 Ramadhan jatuh di hari Senin, 11 Maret 2024.

Jika hilal tidak terlihat karena posisinya dibawah 3 derajat karena selama prosesi berlangsung terhambat kondisi cuaca, maka awal puasa dimulai pada hari Selasa, 12 Maret 2024.

Kategori :