Pelanggan Konten Video Pornografi Anak Segera Diperiksa Ditkrimsus PMJ

Jumat 31-05-2024,14:19 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Reza Permana

BACA JUGA:3 Manfaat Membersihkan Kumparan AC, Dijamin Ruangan Makin Dingin dan Sejuk

"Dari tiga grup Telegram yang dimiliki pelaku terdapat 2010 video yang berhasil disebarkan, dengan rincian, VVIP BOCIL 916 video, VVIP INDO BOCIL 1 869 video, VVIP INDO BOCIL 2 225 video," katanya kepada awak media, Jumat 31 Mei 2024.

Dimana, tersangka disebut telah melakukan aksinya sejak tahun 2022.

"Total 2010 video berhasil disebarkan sejak November 2022," ucapnya.

Tersangka DY disebut telah meraup ratusan juta rupiah dari perbuatannya itu.

"Diperkirakan pelaku meraup ratusan juta rupiah dari hasil penjualan paket grup Telegram tersebut sejak November 2022," ujarnya.

BACA JUGA:Intip 4 Jenis Dark Spot yang Sering Muncul di Wajah: Penyebab dan Cara Penanganannya

BACA JUGA:3 Manfaat Membersihkan Kumparan AC, Dijamin Ruangan Makin Dingin dan Sejuk

Total ratusan pelanggan disebut berlangganan konten yang disebarkan pelaku.

"VVIP BOCIL 332 pelanggan, VVIP INDO BOCIL 1 61 pelanggan, VVIP INDO BOCIL 2 5 pelanggan dengan total 398 pelanggan," ucapnya.

Diketahui, penjual konten video porno anak dibawah umur melalui sosial media diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak mengatakan pihaknya mengamankan pria berinisial DY (25).

BACA JUGA:Penampakan Mobil Mewah Pengguna Pelat Nomor DPR Palsu, 3 Disita dari Oknum Pengacara

BACA JUGA:PPDB DKI Jakarta 2024, Cek Kuota Sekolah Favorit SMAN 8 Jakarta di Sini

"Bahwa Tim Penyidik Unit IV Subdit IV Tipid Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah berhasil melakukan ungkap kasus dan sekaligus melakukan upaya paksa penangkapan terhadap satu orang tersangka penyebar video bermuatan pornografi/asusila, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 Undang-Undang No 1 Tahun 2024 ttg Perubahan Kedua UU ITE dan/atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi," paparnya.

Kasus itu berawal usai pihaknya menerima laporan polisi dengan nomor LP/A/46/V/2024/SPKT.DITKRIMSUS/POLDA METRO JAYA, tanggal 28 Mei 2024.

Kategori :