JAKARTA, DISWAY.ID - Budi Gunadi Sadikin selaku Menkes angkat bicara kasus penganiayaan dokter koas Unsri Palembang.
Menteri Kesehatan RI mengatakan jika carut marut pendidikan dokter harus dibersihkan sehingga tidak terulang lagi penganiayaan terhadap chief koas Unsri akibat protes dari rekannya yang bernama Lady Aurellia Pramesti.
Peristiwa ini viral di media sosial dengan video yang memperlihatkan supir dari orang tua Lady memukuli chief koas bernama Muhammad Luthfi.
BACA JUGA:Jejak Tali Tambang Ditemukan di Rumah Satu Keluarga Tewas di Cirendeu, Jasad Ditemukan Beda Posisi
BACA JUGA:Terekam CCTV Detik-Detik Lurah di Padang Diduga Mesum, Langsung Dinonaktifkan
Pemukulan tersebut bermula ketika Lady menceritakan kepada orang tuanya terkait pembagian jadwal piket akhir tahun yang kurang sesuai dengan kehendaknya.
Meski telah dilakukan berbagai penyesuaian dan telah disepakati oleh mahasiswa yang lain, hal ini masih menjadi permasalahan bagi Lady.
Menanggapi aduan dari putrinya tersebut, ibu Lady menemui Luthfi yang merupakan Chief Koas untuk membahas hal ini.
Kendati demikian, pertemuan tersebut berlangsung alot hingga berujung pada penganiayaan oleh sopir dari ibu Lady terhadap Luthfi.
BACA JUGA:Pemerintah Beri Diskon Listrik Sebesar 50 Persen Selama 2 Bulan di Tengah Kenaikan PPN 12 Persen
BACA JUGA:ASUS Vivobook Go 14 (E1404GA), Laptop Core i3 Terbaik untuk Pelajar
Atas kejadian ini, Budi menyebutnya sebagai bukti buruknya sistem pendidkan dokter di Indonesia.
"Itu adalah contoh yang sangat buruk lah dari sisi pendidikan dokter kita. Hal-hal seperti itu kan harusnya gak terjadi," ungkap Budi ketika ditemui di Jakarta, 16 Desember 2024.
Menurutnya, hal ini merupakan siklus yang saling berkaitan satu sama lain.
"Itu merupakan satu rangkaian dari termasuk yang bullying-nya, orang dibully jadi nggak suka, dia balas pukulnya dengan tindakan juga yang menurut saya sangat tidak benar. Ini carut-marut yang harus dibersihkan," tuturnya.