BACA JUGA:Singapura Selamat dari Jeratan Tarif Impor AS Tertinggi karena Trump Butuh Ekspor Produk Ini
BACA JUGA:Serangan Tarif Trump: Vietnam Nyaris Tumbang, Thailand Terancam Krisis
6. Pindah Lajur Seenaknya
Biasanya, pengemudi yang malas menjaga jarak aman juga suka pindah lajur seenaknya.
Memaksakan masuk ke lajur lain terutama lajur cepat, bisa mengakibatkan mobil ditabrak dari belakang.
Karena memaksakan masuk, tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan sehingga menabraknya.
Pastikan jalur yang akan dimasuki dalam kondisi aman dan nyalakan lampu sein untuk memberi tanda ke driver lain.
7. Mengabaikan Batas Kecepatan Kendaraan
Masih banyak pengemudi yang tidak memperhatikan kecepatan mobil dan melaju pelan di lajur cepat atau lane hogger.
Padahal lajur tersebut khusus untuk mobil menyalip dengan kecepatan tinggi. Di lajur lambatpun tidak boleh terlalu pelan karena berisiko sama, tapi juga jangan terlalu kencang karena bisa menabrak mobil di depan.
Gunakan jalur sesuai kecepatan, dan pastikan hanya memakai lajur paling kanan untuk mendahului.
Jangan paksakan menyalip dari lajur kiri karena diperuntukkan untuk mobil yang berjalan lebih lambat, apalagi bahu jalan yang hanya untuk berhenti darurat.
BACA JUGA:Menhub Sambangi Stasiun hingga Bandara, Pastikan Kesiapan Arus Balik Lebaran 2025
BACA JUGA:Hotman Paris Bakal Kerja Jam 3 Subuh Lagi dan Lanjut Dansa Passca Sembuh dari Penyakit Liver
8. Memaksakan Mengemudi Meskipun Mengantuk
Jangan pernah disepelekan, masalah ini sama bahayanya dengan bermain ponsel di dalam mobil.