Perokok Pasif Juga Bisa Kena Kanker Paru, Screening Sebelum Timbul Gejala Sesak dan Batuk

Selasa 20-05-2025,01:01 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Pemeriksaan ini dilakukan melalui tissue biopsy atau liquid biopsy. Metode ini memungkinkan deteksi mutasi gen yang menentukan apakah pasien akan merespons terapi target atau imunoterapi.

Namun, tantangan dalam implementasinya cukup besar. Salah satunya adalah keterbatasan jaringan tumor untuk pemeriksaan lanjutan, terutama pada pasien dengan stadium lanjut.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 19 Mei 2025 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Laga Gratis!

Hal ini membutuhkan koordinasi erat antara dokter spesialis paru, radiolog, patologi anatomi, dan onkologi medis.

Di sisi lain, kemajuan teknologi memberi harapan baru. "Dulu, terapi kanker paru bersifat satu untuk semua. Kini, dengan deteksi biomarker, kita bisa memberikan terapi yang benar-benar sesuai dengan profil molekuler pasien," tambah dr. Fajar.

Pentingnya pemeriksaan ini juga terkait dengan efektivitas biaya.

Pasien yang langsung mendapatkan terapi target berdasarkan hasil molekuler memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dibanding terapi konvensional.

"Diagnosis tepat di awal akan menyelamatkan waktu, biaya, dan nyawa,” tegas dr. Fajar Lamhot Gultom, SpPA.

Selain forum ilmiah, SOS 2025 juga memberikan ruang bagi praktisi dan peneliti muda lewat kompetisi poster ilmiah.

Dari total 60 abstrak yang terkumpul, terpilih 44 poster untuk dipresentasikan.

Kompetisi poster ini menghasilkan 3 poster terbaik sebagai pemenang.

BACA JUGA:Jalin MoU, Timnas Indonesia Bakal Gelar Laga Persahabatan Lawan Uruguay

Pemenang pertama adalah Vincent Lau dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan judul Computational and Experimental Validation of Delites™️ as a Novel Polyherbal Therapy Targeting PI3K/Akt Pathway in Cervical Cancer.

Kemudian pemenang kedua adalah Ignatius Ivan dari Departement of Cardiovaskular Medicine, Universitas Pelita Harapan dengan judul The Role of Sodium-Glucose Cotransporter-2 Inhibitor in Cardio-Oncology Care: A Systematic Review, Meta-Analysis, and Meta-Regression on Cardiovascular Outcomes.

Pemenang ketiga adalah Ali Zainal Abidin dari akultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Pusat Kolaborasi Riset Precision Oncology based Omics (PKR Promics), Universitas Gadjah Mada dengan judul Plasma Circulating Mirna Expression Profile as A Diagnostic Biomarker Candidate for HR+/HER2- Breast Cancer.

Tags :
Kategori :

Terkait