Perokok Pasif Juga Bisa Kena Kanker Paru, Screening Sebelum Timbul Gejala Sesak dan Batuk

Selasa 20-05-2025,01:01 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

JAKARTA, DISWAY.ID – Penyakit kanker dapat diobati lebih efektif jika terdeteksi lebih cepat termasuk kanker paru-paru. 

Dan tahukah, tak hanya perokok aktif yang punya risiko, ternyata perokok pasif juga bisa terpapar bahkan saat ini risikonya naik 4 kali lipat. 

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre (MRCCC) Siloam Hospitals Semanggi kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi penanganan kanker di Indonesia melalui pelaksanaan Siloam Oncology Summit (SOS) 2025 yang berlangsung pada 16-18 Mei 2025 di Hotel Shangri-La, Jakarta. 

Mengusung tema “United by Unique”, SOS 2025 menghadirkan 89 pembicara nasional dan 11 pembicara internasional dari berbagai institusi ternama seperti MD Anderson Cancer Center (Amerika Serikat), National Cancer Center Singapore, University of Wollongong (Australia), Icon Cancer Center (Australia), National Cancer Center (Jepang), Sir Run Run Shaw Hospital (China), Rungsit University/Rajavithi Hospital (Thailand), hingga National Cancer Institute Anthoni van Leeuwenhoek (Belanda).

CEO MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS., menyampaikan bahwa SOS 2025 merupakan ruang belajar dan bertumbuh bersama bagi ekosistem kesehatan global, khususnya penanganan kanker. 

“Kami percaya bahwa perkembangan penanganan kanker hanya dapat dicapai melalui kolaborasi. Setiap profesi memiliki peran penting yang unik. Melalui SOS 2025, kami berharap dapat menyatukan keahlian dan memperkuat jejaring, untuk mengembangkan inovasi penanganan pasien menjadi lebih baik dan optimal,” ujarnya.

BACA JUGA:Munculnya Komunitas Fantasi Sedarah, Kriminolog: Bukti Gagalnya Pemerintah Lindungi Warga

CEO Siloam Hospital Group, Caroline Riady, mengatakan bahwa setiap pasien itu unik dan memiliki riwayat yang berbeda, kondisi biologis yang berbeda, dan harapan yang berbeda. 

“Begitu pula para profesional yang terdiri dari ahli onkologi, ahli bedah, ahli patologi, ahli radiologi, perawat, peneliti, manajemen, semuanya membawa keahlian mereka yang berbeda kemudian dipersatukan oleh tujuan bersama dan berkolaborasi memberikan perawatan kanker terbaik,” ujarnya.

“Melalui pendekatan multidisiplin, kita dapat menyesuaikan perawatan dengan kondisi unik setiap pasien, menyediakan perawatan kanker yang tidak hanya efektif, tetapi juga penuh kasih sayang, holistik, dan berkelanjutan,” lanjut Caroline.

BACA JUGA:Jadwal Bioskop Trans TV Hari Ini 19 Mei 2025 Lengkap Sinopsis, Nonton Film Laga Gratis!

CT Scan Low Dose, Metode Deteksi Dini Kanker Paru 

Pada salah satu sesi Simposium di Siloam Oncology Summit 2025, Dokter Spesialis Paru Subspesialis Onkologi Toraks MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Sita Laksmi Andarini, Ph.D, SpP (K) menjelaskan, kanker paru masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia.

Penyakit ini bukan hanya menduduki peringkat atas dalam daftar penyebab kematian akibat kanker, tapi juga semakin banyak menyerang usia muda.

Sayangnya, sebagian besar kasus baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

Tags :
Kategori :

Terkait